NEW YORK, SERUJI.CO.ID – Dibawah tekanan ancaman Amerika Serikat yang akan menarik bantuannya kepada Perserikan Bangsa Bangsa (PBB) dan negara-negara di dunia yang selama ini menerima bantuan dari AS, sebanyak 128 negara anggota PBB berhasil mendorong Majelis Umum PBB mengeluarkan Resolusi mendesak Amerika Serikat menarik pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel .
Dalam sidang yang berlangsung Kamis (21/12) atau Jumat (22/12) dini hari WIB, sebanyak 128 negara anggota PBB mendukung Resolusi tersebut. Hanya sembilan negara yang menolak dan 35 lainnya abstain.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rabu (20/12) waktu setempat, mengancam akan memutus bantuan keuangan terhadap negara-negara yang mendukung rancangan resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), yang berisi desakan agar AS menarik keputusannya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
“Mereka menerima ratusan juta dolar dan bahkan miliaran dolar, lalu mereka mendukung (resolusi) yang menentang kita. Oke, mari kita lihat siapa saja yang memberikan suara. Biarkan mereka melakukan pemungutan suara menentang kita,” kata Trump kepada para wartawan di Gedung Putih.
Namun ancaman tersebut, nampaknya tidak membuat 128 negara anggota PBB termasuk Indonesia bergeming.
“Ini adalah hari ‘kemenangan bagi Palestina’,” kata Juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, menyambut hasil pemungutan suara dalam sidang Majelis Umum PBB yang tidak dapat di veto oleh AS.
Di antara negara yang menyatakan abstain dalam pemungutan suara pada Kamis adalah Australia, Kanada, Meksiko, Argentina, Kolombia, Republik Ceko, Hongaria, Polandia, Filipina, Rwanda, Uganda dan Sudan Selatan.
Guatemala, Honduras, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Palau, Nauru dan Togo bergabung dengan Amerika Serikat dan Israel menyatakan menolak resolusi. (Reuters/ARif R/Hrn)
