GARUT, SERUJI.CO.ID – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat terus menerima laporan dari kepala sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB yang rusak akibat adanya gempa pada Jum’at (15/12) malam. Dari sekolah se-Jawa Barat, sudah terdata 34 bangunan sekolah yang rusak.
“Disampaikan Kepala Balai Disdik Jabar wilayah 6, sampai saat ini, ada 34 bangunan sekolah yang mengalami kerusakan, diantaranya 10 rusak berat dan 24 rusak sedang atau ringan,” kata Kepala BP3 Wilayah VI Garut-Tasik Nurhasan melalui pesan tertulis yang diterima SERUJI, Ahad (17/12).
Dijelaskannya, berikut nama-nama sekolah berdasarkan laporan para kepala sekolah yang mengalami kerusakan di lingkungan pendidikan provinsi Jawa Barat, yaitu SMKN 3 Tasik, SMAN Cigalontang, SMAN Karang Nunggal Tasik, SMAN Cipatujah, dan SMKN Bantar Kalong.
Kemudian MA Nurul Amanah Salawu, SMK Nurusalam, SMK Nurul Wafa, SMK As-Syafi’iyah Cikatomas, dan SMA YPI Ijtimaul Ahadiah Kabupaten Tasik
Sedangkan yang mengalami kerusakan sedang atau ringan, yakni SMKN 2 Tasik, SMKN 4 Tasik, SMAN 20 Garut, SMKN 13 Garut, SMKN 14 Garut, SMAN 2 Singaparna, dan SMKN SPP Tasikmalaya.
Selanjutnya SMAN Cikalong, SMAN Bantarkalong, SMAN 3 Garut, SMAN 8 Tasik, SMAN Manonjaya, SMAN Cikatomas, dan SMAN 10 Tasik, SMKN 1 Rajapolah, dan SMKN Karangjaya.
Berikutnya SMA Plus Alwahid, SMA Alhidayah Tasik, SMK Nurul Falah, SMK Darul Hikmah Salopa, SMK Darul Hidayah, SMA Al Mukron, SMK Al-Amin Tanjung Jaya, dan SLBN Cipatujah Kabupaten Tasik.
Nurhasan menyampaikan bahwa tim gabungan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat akan melakukan pengecekan untuk memastikan laporan tersebut.
“Insya Allah hari Senin tim gabungan dari Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat yang terdiri dari BPKAD, Dinas Kimrung, Dinas Pendidikan dan Balai akan melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kerusakan dimaksud, sehingga bisa didapatkan klasifikasi data yang lebih akurat dalam menghitung kerugian dan anggaran yang diperlukan dalam memperbaikinya,” paparnya
Menurut Nurhasan, pengecekan tidak akan selesai dalam waktu satu hari mengingat jumlah laporan yang cukup banyak dan lokasi sekolah yang berjauhan. (Roni HD/SU02)
