KUPANG – Rektor Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang Pater Yulius Yasintus SVD menilai kegiatan wawasan kebangsaan merupakan momentum yang pas dalam upaya meningkatan rasa nasionalisme generasi muda, terutama para mahasiswa baru.
“Menurut saya, ini adalah awal yang baik, meski waktunya sangat singkat. Namun, untuk ke depannya akan kita lakukan lagi dengan waktu yang lebih lama,” katanya di Kupang, Jumat (1/9).
Ia mengatakan, selain dari TNI pihaknya juga mengundang sejumlah instansi lain seperti Badan Narkotika Nasional Provinsi NTT serta Polda NTT untuk mensosialisasikan bahaya narkoba bagi generasi muda.
Mengingat saat ini, Kota Kupang sendiri sudah masuk dalam kawasan yang terindikasi sebagai kawasan yang rawan beredarnya bahaya narkotika dan obat berbahaya narkoba dan sejenisnya.
Rohaniwan Katolik ini mengatakan sejauh ini di kampus-kampus tidak pernah dibahas soal masalah intoleran dan hal-hal yang berguna untuk menangkal radikalisme.

wawasan itu hanya didapat setelah melalui perjalanan panjang, membaca berbagai hal, berdiskusi, dan mengerjakan banyak konsep secara nyata. Bukan diperoleh hanya dengan penataran singkat. Betul-betul salah kaprah. Apalagi masalah narkoba dan sejenisnya yang ada hubungannya dengan rasa ketergantungan karena kegiatan dalam waktu lama, mana mungkin diselesaikan dengan singkat seperti itu.
kok bisa ya, akademisi berpikir seperti ini?