JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Di layar iNews TV malam itu, yang seharusnya menjadi forum diskusi serius soal perang di Timur Tengah, justru berubah menjadi tontonan yang membuat jutaan orang melongo. Bukan karena argumennya yang tajam — tapi karena ada satu narasumber yang tidak bisa berhenti berteriak, memotong pembicaraan, dan akhirnya mengeluarkan kata-kata makian kepada pakar akademisi di depannya.
Narasumber itu adalah Permadi Arya, pegiat media sosial yang dikenal luas dengan nama Abu Janda. Dan pada Selasa malam, 10 Maret 2026, namanya kembali trending — bukan karena argumen yang memenangkan debat, tapi karena diusir keluar studio oleh host acara sendiri.
🪪 Profil Singkat: Siapa Abu Janda?
Sebelum masuk ke drama malam itu, kenali dulu sosok yang jadi biang keroknya. Permadi Arya — nama aslinya Heddy Setya Permadi — adalah influencer dan pegiat media sosial kelahiran Cianjur yang lebih dikenal publik dengan nama panggung Abu Janda.
Ia bukan orang sembarangan: lulusan luar negeri, pernah berkarier belasan tahun di sektor keuangan dan pertambangan, sebelum memutuskan terjun total ke dunia media sosial pada 2015. Sejak itu, ia menjadi salah satu figur paling vokal — sekaligus paling kontroversial — di jagat digital Indonesia.
| 🪪 Profil Abu Janda (Permadi Arya) | |
|---|---|
| Nama Lengkap | Heddy Setya Permadi |
| Nama Populer | Abu Janda / Permadi Arya |
| Tempat / Tgl Lahir | Cianjur, Jawa Barat, 14 Desember 1973 |
| Orang Tua | H.M. Sudjatna (Ayah) · Lina Herlin (Ibu) |
| Agama | Islam (anggota Banser Nahdlatul Ulama) |
| Pendidikan | • Diploma Ilmu Komputer — Informatic IT School, Singapura (1997) • S1 Business & Finance — University of Wolverhampton, Inggris (1999) |
| Karier | • Karyawan perusahaan sekuritas, bank swasta, tambang batu bara (1999–2015) • Pegiat media sosial / influencer (2015–sekarang) • Buzzer & Tim Sukses Jokowi — Pilpres 2019 • Relawan Prabowo 08 — Pilpres 2024 • Komisaris PT Jasamarga Tollroad Operator / JMTO (2025, dikonfirmasi Abu Janda; belum ada pengumuman resmi JMTO) |
| Media Sosial | Instagram: @permadiaktivis2 |
| ⚠️ Kontroversi | 1. “Islam Agama Arogan” (Februari 2021) — Cuitan di Twitter menyebut Islam sebagai “agama arogan” memicu gelombang laporan ke Bareskrim Polri dari berbagai kelompok. Ia diperiksa Ditipidsiber Bareskrim dan kasusnya menjadi salah satu yang paling viral sepanjang 2021. 2. Ujaran Rasisme terhadap Natalius Pigai (2021) — Abu Janda diduga melontarkan ujaran rasis kepada eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. KNPI melaporkannya ke Bareskrim atas tuduhan ujaran kebencian berbasis ras. Kasus ini memicu perdebatan luas soal batas kebebasan berpendapat di media sosial. 3. Diusir Live di Studio iNews TV (10 Maret 2026) — Dalam debat soal Palestina-Israel di program Rakyat Bersuara iNews TV, Abu Janda memaki Prof. Ikrar Nusa Bhakti dengan kata binatang di depan jutaan pemirsa dan diusir langsung oleh host Aiman Witjaksono. Klip pengusiran ditonton jutaan kali dan menjadi trending nasional. |
📺 Apa yang Terjadi di Studio iNews Malam Itu?
Program Rakyat Bersuara iNews TV yang dipandu jurnalis senior Aiman Witjaksono malam itu mengangkat tema berat: “Perang Meluas, Kita Harus Bagaimana?” — membahas eskalasi konflik Amerika Serikat-Israel versus Iran dan posisi Indonesia di tengahnya.
Hadir sebagai narasumber antara lain Feri Amsari (Pakar Hukum Tata Negara), Prof. Ikrar Nusa Bhakti (mantan Dubes RI untuk Tunisia, Pakar Politik LIPI), dan Dina Sulaeman (pengamat Timur Tengah), serta Abu Janda sebagai satu-satunya suara yang vokal membela posisi pro-Israel.
Kekacauan mulai ketika Feri Amsari menjelaskan mengapa Indonesia secara historis dan konstitusional selalu mendukung Palestina. Feri menyatakan bahwa Indonesia punya hutang sejarah kepada bangsa Palestina, itulah sebabnya seluruh presiden Indonesia mendukung Palestina. Pernyataan itu sontak disambar Abu Janda dengan nada tinggi.
Abu Janda menyebut narasi hutang sejarah tersebut sebagai hoaks, berargumen bahwa pada 1945 belum ada negara Palestina maupun bangsa Palestina. Feri Amsari merespons dengan tenang, menjelaskan bahwa yang memberikan dukungan kepada tokoh nasionalis Indonesia Agus Salim adalah bangsawan Palestina — bukan negara formal — sebagai bagian dari kampanye kemerdekaan di kawasan Timur Tengah.
Tapi Abu Janda tidak mau mendengar. Perdebatan makin memanas ketika ia terus-menerus memotong pembicaraan dengan nada yang dianggap kasar, dan sesekali menggunakan kata “anjir” saat berdebat. Situasi di studio pun mulai tidak kondusif.
Tidak cukup di situ. Ketika Prof. Ikrar Nusa Bhakti menyinggung bahwa Amerika bukanlah negara yang baik, Abu Janda langsung emosi, menunjuk-nunjuk Ikrar dengan penuh amarah. Kepada sang profesor yang jauh lebih senior, Abu Janda memaki dengan kalimat yang membuat studio terdiam: “Gua ga ada urusan sama perasaan lo, Anj!ng.”
