Terkait Pilkada, Kapolri: Polisi Itu Mengamankan Bukan Memenangkan

12
119
Tito Karnivian
Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di DPR, Jakarta, Kamis, 12/10/2017. (Foto: Achmad/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan seluruh tahapan pemilihan kepala daerah di Tolikara, Papua sudah selesai tahun 2017 berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, massa yang mengatasnamakan Barisan Merah Putih menyatakan tidak terima hasil putusan MK tersebut dan menggeruduk kantor Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga timbul kericuhan.

Menanggapi hal tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, ke depan perlu dikaji lagi sistem pemilihan di Papua. Konstestasi politik yang tidak sehat, dinilai penyulut utama konflik tersebut.

“Mereka mungkin menyuarakan ketidakpuasanya kareana calon mereka dikalahkan di MK. Dan keputusan MK itu final dan mengikat. Karena itu kalau mereka melakukan kekerasan di Jakarta maupun di Papua, kita harus proses hukum,” kata Tito, di DPR, Jakarta, Kamis (12/10).

Loading...

Tito mengingatkan seluruh kontestan supaya menjaga keamanan. Apalagi, tahun depan juga akan ada Pilkada di 171 daerah. Bagi kubu yang menang, sebaiknya merangkul yang kalah.

“Kami memperkirakan daerah yang rawan itu ada tiga untuk Pilkada 2018. Yaitu di Jawa Barat, Kalimantan‎ Barat dan Papua,” kata Tito.

Pada kesempatan yang sama, Tito juga meminta agar anggota Polisi akan mencalonkan diri dalam Pilkada segera mengundurkan diri sebelum penetapan bakal calon Februai 2018. Dengan begitu, diharapkan tidak ada konflik kepentingan.

“As soon as possible yakin, ya mundur saja. Karena dalam Pemilu polisi itu mengamankan bukan memenangkan, jadi harus netral,” kata dia. (Achmad/Hrn)

loading...

12 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU