Terkait Pilkada, Kapolri: Polisi Itu Mengamankan Bukan Memenangkan

12
81
Tito Karnivian
Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di DPR, Jakarta, Kamis, 12/10/2017. (Foto: Achmad/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan seluruh tahapan pemilihan kepala daerah di Tolikara, Papua sudah selesai tahun 2017 berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, massa yang mengatasnamakan Barisan Merah Putih menyatakan tidak terima hasil putusan MK tersebut dan menggeruduk kantor Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga timbul kericuhan.

Menanggapi hal tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, ke depan perlu dikaji lagi sistem pemilihan di Papua. Konstestasi politik yang tidak sehat, dinilai penyulut utama konflik tersebut.

“Mereka mungkin menyuarakan ketidakpuasanya kareana calon mereka dikalahkan di MK. Dan keputusan MK itu final dan mengikat. Karena itu kalau mereka melakukan kekerasan di Jakarta maupun di Papua, kita harus proses hukum,” kata Tito, di DPR, Jakarta, Kamis (12/10).

Tito mengingatkan seluruh kontestan supaya menjaga keamanan. Apalagi, tahun depan juga akan ada Pilkada di 171 daerah. Bagi kubu yang menang, sebaiknya merangkul yang kalah.

“Kami memperkirakan daerah yang rawan itu ada tiga untuk Pilkada 2018. Yaitu di Jawa Barat, Kalimantan‎ Barat dan Papua,” kata Tito.

Pada kesempatan yang sama, Tito juga meminta agar anggota Polisi akan mencalonkan diri dalam Pilkada segera mengundurkan diri sebelum penetapan bakal calon Februai 2018. Dengan begitu, diharapkan tidak ada konflik kepentingan.

“As soon as possible yakin, ya mundur saja. Karena dalam Pemilu polisi itu mengamankan bukan memenangkan, jadi harus netral,” kata dia. (Achmad/Hrn)

Komentar

BACA JUGA

Disdik Jateng Fasilitasi Pindah Sekolah Siswa Yang Dikeluarkan SMAN 1 Semarang

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Tengah memfasilitasi dua siswa yang dikeluarkan dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang untuk melanjutkan pendidikan di SMA...

Terkait Siswa Yang Dikeluarkan, Disdik Anggap SMAN 1 Semarang Sesuai Prosedur

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Tengah menyatakan langkah yang dilakukan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang dengan mengeluarkan dua siswanya sudah sesuai prosedur. "Setiap...

Berikut Kronologi dari Orang Tua Yang Anaknya Dipaksa Mundur dari Sekolah

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang dikeluarkan dari sekolah karena tuduhan menganiaya junior saat pelaksanaan kegiatan latihan dasar kepemimpinan. "Kebetulan,...

Dikeluarkan dari Sekolah Karena Diduga Aniaya Adik Kelas, Siswa Ini Mengadu ke Ombudsman

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Anindya Puspita Helga Nur Fadhila, Siswa SMAN I Kota Semarang yang dikeluarkan dari sekolah atas dugaan penganiayaan terhadap adik kelasnya akan mengadu...
Orang tenggelam

Terjatuh di Sungai Dekat Kampus, 2 Mahasiswa IPB Tewas Tenggelam

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak dua mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, meninggal dunia akibat tenggelam di aliran sungai yang berada di lingkungan kampus, Ahad...
loading...
Green Action - JRC 9

Green Action di Taman Harmoni, Sampah Jadi Emas

Warna Keputih, Sukolilo Surabaya, 6 tahun lebih yang lalu terbiasa dengan bau sampah yang menyengat. Bau busuk semakin menusuk kala hujan tiba. Namun, sejak beberapa...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...