Pendaftaran Partainya Belum Diterima, PSI Salahkan Sistem Informasi KPU

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengungkapkan ada kesalahan di aplikasi Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menyebabkan belum diterimanya dokumen pendaftaran PSI sebagai partai peserta Pemilu.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya KPU belum menerima pendaftaran PSI sebagai peserta pemilu, karena masih ada kekurangan dokumen yang diserahkan atau belum lengkap. Hal itu diumumkan di laman web KPU yang beralamat di kpu.go.id.

Menurut Grace, ketidak samaan jumlah dokumen fisik yang diserahkan dan dokumen yang ada di Sipol adalah akibat ganguan yang terjadi saat mengisi data di Sipol.

“Ada double loading saat upload dokumen. Misalnya saat sistem Sipol gangguan, kami sedang upload 100 dokumen, sehingga kami ulang upload. Ternyata malah yang masuk sistem menjadi 200 dokumen, padahal yang benar seharusnya 100 dokumen,” ungkap Grace, di Jakarta, Rabu (11/10) malam.

Grace menjelaskan bahwa dokumen PSI sesungguhnya sudah lengkap, hanya jumlah dokumen di Sipol yang bermasalah.

“Saat ini dalam proses pengecekan ulang, sehingga jumlah yang di Sipol dan Hardcopy nya sama,” jelas Grace.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan dari KPU terkait kekurangan dokumen apa yang dimaksud terkait alasan belum diterimanya pendaftaran PSI sebagai partai peserta pemilu.

Dari laman kpu.go.id juga diketahui bahwa selain PSI, PDI Perjuangan juga belum diterima pendaftarannya sebagai peserta pemilu, dengan alasan yang sama , yaitu karena kekurangan dokumen.  (Arif R/Hrn)

19 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.