MENU

Presiden Terima Gelar Adat Rajo Balaq Mangku Nagara di Palembang

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi menerima gelar adat kehormatan Rajo Balaq Mangku Nagara, yang berarti Raja Agung Pemegang Kekuasaan Tertinggi, dari masyarakat Komering dalam upacara adat khas Komering di Griya Agung, rumah dinas Gubernur Sumatera Selatan, di Palembang, Ahad (25/11) pagi

Sementara Ibu Negara Iriana Joko Widodo mendapat gelar adat Ratu Indoman, yang artinya sang ratu yang mengayomi dan tempat berkeluh kesah untuk memberikan pelindungan bagi keluarga.

Dalam upacara adat yang dipimpin oleh Pemangku Adat Majelis Tinggi Komering Sumatera Selatan Haji Romli itu, Majelis Tinggi Adat Komering Sumatera Selatan juga menyerahkan piagam penghormatan terkait pemberian gelar adat kepada Presiden dan Ibu Negara.

“Pemberian adok atau jajuluk atau juga disebut gelar adok Komering merupakan suatu upaya kita dalam melestarikan budaya Sumsel,” kata Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dalam sambutannya.

Gubernur mengatakan gelar adat tersebut diberikan kepada Presiden dan Ibu Negara berdasarkan musyawarah dan rapat adat yang digelar pada 20 November lalu di Palembang.

“Pemberian adok atau jajuluk atau gelar memberikan makna simbolik masyarakat Komering Sumatera Selatan menghormati seseorang yang telah berjasa kepada agama, bangsa, dan negara,” katanya.

Dijelaskan oleh Herman, pemberian gelar adat tersebut juga bermakna bahwa Presiden Jokowi dan Ibu Negara telah diangkat sebagai keluarga kehormatan dan bagian dari masyarakat Komering.

“Saya sangat menghargai dan berterima kasih sebesar-besarnya atas penghormatan besar yang diberikan kepada saya, diberikan Majelis Tinggi Komering atas adok atau jajuluk atau gelar yang diberikan kepada saya dan Ibu Negara Iriana,” kata Presiden.

Ia memaknai semangat jajuluk Rajo Balaq Mangku Nagoro dan Ratu Indoman sebagai pesan, harapan, dan tanggung jawab untuk selalu mengangkat derajat adat Komering.

“Untuk selalu memajukan kesejahteraan Sumatera Selatan karena dalam kemajuan Indonesia ada tradisi kebudayaan bangsa, yang merupakan sumber energi besar bagi masyarakat kita,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa keberagaman adat, tradisi, dan kebudayaan di Tanah Air jangan sampai menjadi faktor pemecah persatuan bangsa.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER