close

Zakir Naik Tegaskan Ceramahnya Bukan Untuk Memecah Belah

BEKASI — Dr Zakir Naik membantah tudingan berbagai pihak yang menuduh ceramahnya memecah belah. Ia menyebut yang dilakukannya justru mengajarkan yang terlupa.

Dalam ceramah umum bertema Kesamaan Islam dengan Kristen di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Sabtu (8/4) malam, Zakir Naik menjelaskan, ceramahnya kali ini di Bekasi untuk menyampaikan persamaan Islam dan Kristen yang tidak diajarkan belakangan ini. Tujuannya adalah untuk mendekatkan Islam dengan Kristen.

Ia tahu, ada yang berpikir ceramahnya kemana-mana untuk memecah belah. Padahal bukan itu tujuan Zakir Naik.

“Tugas saya adalah menyatukan atas nama kemanusiaan. Mengajarkan apa yang terlupa. Agama harus diajarkan,” kata Zakir dihadapan ribuan jamaah yang hadir, sebagaimana dilansir Republika.


Kalau mau belajar Kristen, ia menyarankan untuk membaca Injil bukan melihat pemeluknya. Pun sebaliknya terhadap Islam. Belajar Islam dengan membaca Alquran, bukan melihat pemeluknya.

Yang ia lakukan adalah mencoba menghilangkan miskonsepsi Islam dan Kristen. Ia mencoba mengajak semua untuk lebih dekat dengan skrip asli kedua agama.

Islam berasal dari kata salaam yang berarti damai dan aslam yang berarti berserah kepada Allah. Mereka yang berserah pada Allah disebut Muslim.

Sementara kata Kristen, hanya ada dalam satu versi kitab yakni Book of Acts dimana Isa AS (Yesus) menyebut satu kelompok kecil pengikutnya sebagai Kristian. Maka Kristian adalah pengikut Isa AS.

Banyak yang menyebut Islam agama baru yang dibentuk Muhammad 1.400 tahun lalu. Faktanya, Islam adalah agama yang ada sejak peradaban manusia bermula dan Muhammad adalah nabi terakhir.

Allah SWT mengirimkan nabi untuk setiap bangsa, 25 nama nabi dan rasul yang disebut Alquran. Bukan Muslim bila tak percaya Isa AS. ”Seorang Muslim harus percaya Isa lahir tanpa intervensi manusia, percaya ia menghidupkan orang mati. Banyak kesamaan Islam dengan Kristen,” kata Zakir.

Ada 124 ribu nabi yang Allah turunkan meski hanya 25 yang disebut dalam Alquran. Para nabi dikirim untuk periode waktu dan kaum tertentu. Isa dikirim untuk Bani Israil, hanya untuk keturunan Yahudi. Rasulullah dikirim untuk semua manusia dan selamanya sampai akhir dunia.

EDITOR: Iwan S

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

BPN Hormati Keputusan MK Memajukan Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menghormati...

Keputusan Sengketa Pilpres Dipercepat Pada Tanggal 27 Juni

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama...

PPDB Zonasi di Jakarta Akan Dilakukan Penyesuaian

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan...

Hindari Sinar-X, Sabu-Sabu Diselundupkan di Dalam Jok Mobil

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Penyelundup 15 kilogram (kg) sabu-sabu yang...

Bawaslu Kudus Persiapkan Data Untuk Hadapi Gugatan di MK

KUDUS, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus,...

Sikap Politik PAN Akan Dirujuk Dari Putusan MK

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Sekjen PAN, Eddy Soeparno menyatakan putusan...

TERPOPULER