Walau Akan Panen Raya, Pemerintah Tetap Impor Beras Akhir Januari

1
146
  • 75
    Shares
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pemerintah memutuskan untuk tetap impor beras walau panen raya akan segera berlangsung pada Februari-Maret mendatang. Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita terkait akan datangnya 500 ribu ton beras impor dari Thailand dan Vietnam pada akhir bulan ini.

“Saya tidak mau mengambil resiko kekurangan pasokan. Saya mengimpor beras khusus,” ungkap Enggar, dalam konferensi pers di Auditorium Kementerian Perdagangan, Kamis (11/1).

Mendag berkilah bahwa beras yang diimpor tersebut berbeda dengan jenis beras yang ditanam di Indonesia. “Jenis beras tersebut memiliki spesifikasi bulir patah di bawah lima persen,” katanya.

Meski masuk dalam golongan beras khusus, lanjut Enggar, namun pemerintah memastikan beras impor tersebut tetap akan dijual dengan harga medium, sama dengan harga beras petani umumnya.

Pemerintah, kata Enggar, tetap mengimpor beras walau panen tetap terjadi, karena jumlah pasokan medium yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat kelas menengah ke bawah, tidak mencukupi untuk kebutuhan nasional.

Pemerintah telah menunjuk Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai perusahaan yang akan melakukan impor.

Enggartiasto beralasan bahwa urusan pangan rakyat adalah urusan prioritas. Oleh karenanya, ia meyakini keputusan impor merupakan solusi terbaik. “Jangan ada pertentangan karena petani juga kosumen yang harus beli beras,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan juga menginstruksikan pada suplier dan distributor untuk tidak menahan stok dan mengambil keuntungan di balik tingginya harga beras.

Kementerian Perdagangan sendiri, lewat Permendag Nomor 20 Tahun 2017, mewajibkan seluruh distributor untuk melaporkan badan usahanya berikut gudang dan stok.

“Apabila mereka tidak melapor dan ditemukan di gudang tersedia beras yang tidak dilaporkan, kita anggap penimbunan,” katanya. (ARif R/Hrn)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU