Tingkat Kepuasan Rendah, Membuat Jokowi Bisa Dikalahkan Seperti era Megawati

1
814
Jkw
Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla beserta Ketua Umum PDI-P, Ibu Megawati Sukarno Putri, disebuah acara.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pengamat Politik dari Indo Barometer, Muhammad Qodari menilai salah satu penyebab masih rendahnya elektabilitas Jokowi menyongsong Pilpres 2019 adalah rendahnya tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja pemerintahan Jokowi selama memerintah.

Hingga saat ini, kata Qodari, elektabilitas Jokowi masih stagnan di angka 30-40 persen, yang merupakan angka tidak ideal untuk seorang petahana.

“Sebagai seorang pejabat, mestinya elektabilitas Jokowi bisa mencapai diatas 50 persen, yakni antara 55 hingga 60 persen, (sehingga) siapa pun dan berapa pun lawan, akan berada dibawahnya,” kata Qodari di Jakarta, Rabu (18/4).

 

Menurut Qodari, tingkat kepuasaan atas kinerja Jokowi yang hingga saat ini baru mencapai 60 sampai 70 persen berdampak buruk bagi elektabilitas Jokowi menjelang Pilpres 2019.

“Meski sudah di atas 50 persen, tetap persentase tersebut belum maksimal,” jelasnya.

Terkait dengan maraknya wacana dan gerakan ganti Presiden yang muncul belakangan ini menjelang Pilpres 2019, terutama munculnya tagar #2019GantiPresiden di media sosial, Qodari menilai hal itu bisa berdampak buruk bagi Jokowi, jika kinerja tidak meningkat menjelang akhir pemerintahannya.

“Kalau banyak yang puas dengan kebijakan dan kerjanya, di atas 60 persen, maka tidak berpengaruh. Sebaliknya, kalau banyak yang tidak puas maka dampaknya akan besar,” jelasnya.

Dijelaskan Qodari bahwa pemilu erat kaitannya dengan kepuasan terhadap kinerja pejabat yang sedang menjabat. Hal ini yang menjadi dasar mekanisme demokrasi suatu negara dalam mengganti pemimpin.

“Apabila pejabat dianggap tidak sukses dalam menjalani janji politik dan kinerja, ia tidak akan dipilih lagi dan ada ruang untuk pergantian kepemimpinan,” ungkapnya.

Dicontohkan oleh Qodari apa yang terjadi pada Pilpres 2004, dimana Presiden masa itu, Megawati, berhadapan dengan penantangnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Karena masyarakat tidak puas atas kinerja Megawati maka SBY dapat memenangkan pertarungan.

“(sementara) pada 2009, SBY dianggap berhasil dengan tingkat kepuasannya tinggi jelang pencoblosan, maka terpilih kembali,” jelasnya.

Agar dapat memenangkan Pilpres 2019, menurut Qodari, Presiden Jokowi harus dapat meningkatkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerjanya jelang akhir jabatannya ini, terutama terkait isu ekonomi.

“Selain itu, Jokowi juga harus memperbaiki komunikasi politik dan pembangunan yang masih menjadi kekurangannya,” pungkas Qodari. (ARif R/Hrn)

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

Rayakan Keberkahan Bulan Mulia dengan Buka Bersama 2500 Yatim

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 2500 anak yatim mengikuti buka bersama yang diselenggarakan Bank BJB dan PKPU Human Initiative Jawa Barat, Rabu (23/5). Program tersebut...
Uang Rupiah

Rupiah Terus Melemah, Pemerintah Janji Akan Atasi

SUKOHARJO, SERUJI.CO.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan mengatasi pelemahan rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS). "Pemerintah bersama-sama Bank Indonesia akan...

Desa di Lereng Merapi Cek Kesiapan Barak Pengungsian

SLEMAN, SERUJI.CO.ID -  Pemerintah Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengecek kesiapan dan kelengkapan barak pengungsian yang ada di komplek Balai Desa...
bus

Bengkulu Mulai Uji Kelaikan Angkutan Lebaran

BENGKULU, SERUJI.CO.ID - Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Bengkulu mulai menggelar uji kelaikan kendaraan umum angkutan Lebaran 2018. Kepala Unit Pelaksana...

Menkeu: Utang Luar Negeri Indonesia Terus Turun

SUKOHARJO, SERUJI.CO.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan utang Indonesia terus mengalami tren penurunan dari tahun ke tahun. "Sesuai dengan yang diatur dalam undang-undang keuangan,...