Petani Malinau Berharap Tim LAPI ITB Bersikap Netral dalam Kasus Tumpahan Solar

MALINAU, SERUJI.CO.ID – Menyikapi kedatangan Tim LAPI ITB yang didatangkan PT BDMS ke lokasi pencemaran akibat tumpahan Solar dari fasilitas penyimpanan PT BDMS, para petani berharap agar Tim Ahli dari Perguruan Tinggi ternama tersebut dapat bersikap netral.

“Semua kami serahkan kepada tim LAPI ITB dan Pemerintah. Kami percaya, namun kami mohon kepada tim ITB untuk bersikap netral, menggingat kami tahu tim ini datang dibiayai perusahaan. Jadi kami minta tim harus netral,” kata Ketua Kelompok Tani Subur Sentosa, Rian saat ditemui SERUJI di Malinau Kota, Selasa (20/11).

Sementara itu, Katua Jaringan Advokasi Tambah (Jatam) Kaltara Theodorus. G.E.B menegaskan bahwa dana tali asih yang diberikan PT BDMS kepada petani pada Senin (20/11) tidak menghapus pidana lingkungan yang ada

“Itu (dana tali asih, red) sudah merupakan kewajiban perusahaan memberikan kepada petani. Akan tetapi perusahaan BDMS tetap harus bertanggung jawab untuk melakukan pemulihan lingkungan hidup terhadap sawah yang tercemar akibat limbah solar. Dan dana tali asih tersebut tidak menutup bentuk pidana lingkungan yang dilakukan oleh pihak perusahaan,” ujar Theodorus lewat pesan kepada SERUJI, Selasa (21/11).

Diingatkan juga oleh Theodorus bahwa ada kekhawatiran petani berkaitan soal ganti rugi gagal panen, karena harus menunggu hasil penelitian tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut.

“Peneliti juga harus netral, jangan karena dibiayai oleh perusahaan sehingga merugikan petani,” pungkas Theodorus.

Sebagaimana diketahui PT Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS) menyerahkan dana tali asih sebesar Rp500 juta kepada petani sebagai bentuk ucapan permohonan maaf atas tercemarnya lahan petani akibat terkena tumpahan solar dari fasilitas penyimpanan PT BDMS, sebagaimana yang mereka janjikan sebelumnya.

Penyerahan dana tali asih tersebut diserahkan langsung oleh Ibnu Wahyu Hidayat, CSR, External Relations & Security Manager dari PT Mitrabara Adiperdana Tbk sebagai induk usaha PT BDMS di kantor BDMS, di desa Malinau Kota, Senin (20/11), disaksikan oleh Camat Malinau Kota, Danramil, Babinsa, perwakilan dari Polres Malinau, pemangku adat Tidung Malinau yang juga bertindak sebagai koordinator, LSM dan ketua-ketua kelompok tani setempat. (Shd/ARif R/Hrn)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER