Soal Senjata Berat di Soetta, Polisi Akui Milik Brimob Setelah Sempat Membantah

85
3296
Senjata berat polri
Proses penurunan senjata berat peluncur granat milik Polri yang beredar di aplikasi pesan dan sosial media.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sepanjang siang hingga sore ini beredar broadcast di aplikasi kirim pesan juga sosial media yang menginformasikan masuknya ratusan senjata berat dan ribuan amunisi di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) pada Jumat (29/9) tengah malam.

Dikatakan dalam pesan yang dibroadcast tersebut, bahwa masuknya senjata tersebut diimpor oleh PT Mustika Duta untuk korps Brimob Polri. Senjata tersebut dibawa oleh pesawat AN 12 milik maskapai Ukraine Air Alliances.

Adapun senjata yang merupakan senjata standar militer tersebut, terdiri dari 280 pucuk senjata Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) yang merupakan jenis peluncur granat, serta sebanyak 5.932 butir amunisi.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto membantah pesan yang beredar tersebut, dan menyatakan pesan yang beredar adalah Hoax.

“Sumbernya enggak jelas dan yang saya dapat ini,” ujar Rikwanto melalui pesan singkat di Jakarta, Sabtu (30/9), sambil melihatkan gambar pesan berantai yang ditulis Hoax, sebagaimana dilansir Republika.

Namun, selang beberapa waktu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto membenarkan bahwa senjata-senjata yang saat ini berada di gudang cargo Bandara Soetta tersebut adalah milik Polri.

“Barang di Soekarno-Hatta yang dimaksud rekan-rekan, senjata, adalah betul milik Polri dan adalah barang yang sah,” kata Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (30/9) malam.

Dijelaskan juga oleh Wasisto dalam konfrensi pers yang diadakan khusus untuk menjawab terkait senjata yang masuk tengah malah di Soetta tersebut, bahwa ini adalah kali ketiga Polri mengimpor senjata jenis SAGL/Pelontar Granat, yang diperuntukkan untuk Brimob.

(Hrn)

Komentar

BACA JUGA
Zakat ASN 2,5%

Presiden Tidak Akan Tandatangani UU MD3

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi tidak akan menandatangani revisi Undang-Undang No 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, atau dikenal UU MD3 yang...
pistol, senjata api

Balik Melawan, Polrestro Jakbar Tembak Mati Perampok Bersenjata

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Petugas Polres Metro Jakarta Barat menembak mati perampok bersenjata api, Hendri, lantaran berusaha melawan anggota usai dilakukan penangkapan. "Petugas mengambil tindakan tegas dan...
luhut binsar panjaitan

Luhut: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tetap Berlanjut

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tetap berjalan meski meleset dari target awal beroperasi. Luhut menggelar...

KPU Bali Targetkan Partisipasi Pemilih Lebihi Nasional

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali menargetkan partisipasi pemilih dalam Pilkada 2018 di daerah itu melebihi target nasional yang ditetapkan sebesar 75,5 persen. "Kami...

Bamsoet: UU MD3 Tidak Bungkam Kebebasan Pers

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan disetujuinya pengesahan Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, atau dikenal dengan UU MD3 hasil perubahan...
loading...
Marah

Marah

Marah. Sebuah kata yang sederhana tapi punya implikasi yang besar.  Akibat marah, hubungan silaturrahim badunsanak bisa putus, dengan tetangga tidak berteguran, pejabat bisa kena...

SUARA WARGA MUHAMMADIYAH BISA JADI PENENTU PEMENANG PILGUB JATIM 2018

Suara Warga Muhammadiyah, Bisa Jadi Penentu Pemenang Pilgub Jatim 2018 By: Syaifulloh Penikmat Pendidikan Kedua calon Gubernur Jawa Timur kedua-duanya memiliki back ground dari Ormas terbesar di...
KH. Luthfi Bashori

Nikah Mut’ah Pernah Dihalalkan, Lantas Dilarang Untuk Seterusnya

Sy. Abdulah RA mengisahkan, ia dan para shahabat pergi berperang besama Rasulullah SAW tanpa disertai wanita (istri mereka). Lalu para shahabat bertanya kepada Rasulullah...