JAKARTA, SERUJI.CO.ID — Di tengah eskalasi Perang AS-Iran yang terus bergejolak, dua pemimpin Asia Tenggara hari ini mengambil inisiatif diplomatik. Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Jakarta, Jumat 27 Maret 2026. Pertemuan di Jakarta ini secara khusus untuk membahas krisis di Timur Tengah yang berdampak langsung pada kawasan ASEAN.
Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan formal pasca-Lebaran. Ada konteks geopolitik yang mendesak: Selat Hormuz yang lumpuh akibat konflik AS-Iran telah mengguncang pasokan energi dan jalur pelayaran Asia Tenggara. Akibatnya, mendorong lonjakan harga minyak yang mulai terasa hingga ke pom bensin Indonesia dan Malaysia.
Malaysia Sudah Bergerak: Anwar Turun Tangan Langsung
Malaysia menjadi negara ASEAN pertama yang berhasil membuka jalur khusus bagi kapal-kapalnya di Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa ia telah berkomunikasi dengan Malaysia mengenai kemungkinan pembukaan Selat Hormuz untuk kapal-kapal yang memasok energi ke negara tersebut.
Keberhasilan ini tidak lepas dari intervensi langsung PM Anwar Ibrahim yang dikenal memiliki komunikasi lebih terbuka dengan Teheran dibandingkan negara-negara Barat. Dilaporkan Iran mengizinkan kapal Malaysia melintasi Selat Hormuz setelah Anwar Ibrahim turun tangan, sebuah terobosan diplomatik yang kini menjadi referensi bagi negara-negara lain di ASEAN, termasuk Indonesia.
Dampak bagi Indonesia: Pertalite Terancam Naik
Indonesia tidak bisa berdiam diri. Dengan volume impor minyak sekitar 500.000 hingga 600.000 barel per hari — sebagian besar berasal dari Timur Tengah — setiap gangguan di Selat Hormuz langsung ditransmisikan ke harga BBM domestik. Sejumlah analis energi memproyeksikan tekanan pada harga Pertalite apabila krisis tidak segera mereda.
Di sisi lain, Indonesia juga menghadapi risiko dari sisi industri: banyak kapal tanker dan kargo yang biasa melintasi Hormuz kini terpaksa mengambil jalur memutar melalui Tanjung Harapan Afrika — membutuhkan dua hingga tiga minggu tambahan dan biaya pengiriman yang melonjak drastis.
Pertemuan Prabowo-Anwar hari ini diharapkan dapat menjadi langkah awal koordinasi ASEAN untuk mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz bagi semua kapal, serta membahas upaya bersama melindungi kepentingan ekonomi kawasan di tengah perang yang belum tampak ujungnya.
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan berbagai sumber internasional terpercaya. SERUJI.CO.ID berkomitmen pada akurasi dan keberimbangan informasi.
