Peringati Hari Ibu, Fadli Zon: Tahun Ini Momentum Emak-emak Buat Perubahan Politik

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua DPR Fadli Zon mempunyai pandangan tersendiri mengenai peringatan Hari Ibu. Bagi Fadli, Hari Ibu tahun ini menjadi momentum bagi emak-emak membuat perubahan politik.

“Hari ibu tahun ini benar-benar menggambarkan ‘The Power of Emak-emak’. Saya optimis, suara kritis kaum perempuan Indonesia akan menjadi penentu perubahan politik tahun depan. Tahun depan adalah momentum bagi kaum perempuan untuk memilih jalan yang lebih baik bagi masa depan negeri ini,” kata Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/12).

Salah satu alasan Fadli menyatakan hal tersebut adalah jumlah pemilih perempuan yang disebutnya lebih banyak dibanding laki-laki.

“Dalam DPT, pemilih perempuan berjumlah 96.557.044 orang, sedangkan jumlah pemilih laki-laki 96.271.476 orang,” sebut Fadli.

Selain itu, kata Fadli, peringatan hari ibu di Indonesia berbeda dengan di luar negeri. Ia menyebut di Indonesia hari ibu merupakan peringatan terhadap perjuangan emansipasi kaum perempuan.

“Peringatan hari ibu di Indonesia adalah peringatan atas ‘The Power of Emak-emak’. Sejak Kongres Perempuan Indonesia I, 22 Desember 1928 di Yogyakarta, perempuan Indonesia memang telah memiliki kesadaran kolektif bahwa mereka merupakan bagian dari pergerakan nasional. Kesadaran itu tak ada bedanya dengan kesadaran perempuan Indonesia hari ini yang menginginkan adanya perubahan politik dan kepemimpinan nasional,” ujarnya.

Waketum Gerindra ini menilai perempuan adalah kunci penting bagi perubahan, baik dalam kajian ilmu politik maupun manajemen. Perempuan khususnya yang sensitif terhadap isu sosial, menurut Fadli, telah menjelma menjadi segmen politik yang penting serta menjadi kelompok penekan yang efektif atas kebijakan pemerintah.

“Perempuan kini telah menjelma menjadi sebuah segmen politik yang penting. Mereka, yang sensitif terhadap harga kebutuhan pokok, yang peka terhadap mahalnya biaya pendidikan, awas terhadap bahaya narkoba dan pergaulan bebas bagi anak-anaknya, telah menjadi kelompok penekan yang efektif atas sejumlah kebijakan publik pemerintah. Perempuan kini tumbuh menjadi kelompok kritis dan oposan,” ucap Fadli.

Fadli kemudian menyampaikan hasil survei yang menempatkan perempuan lebih setia sebagai pemilih dalam pemilu dibandingkan laki-laki. Perempuan juga dinilainya lebih ngotot dalam memperjuangkan sikap politik dan lebih tinggi tingkat partisipasinya dibanding laki-laki.

“Kondisi ini tentu saja kabar baik bagi partai politik yang menempatkan kaum perempuan dalam posisi penting,” pungkasnya. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Nasionalisme Kita: Rizal Ramli, Tak berkompromi Dengan Urusan Harga Diri Bangsa

Saat ini Rizal mempersoalkan isu Freeport, kenapa kita beli? kan itu punya kita sendiri setelah berakhir kontrak dua tahun lagi? Lalu orang-orang yang tidak suka pikiran Rizal atau merasa professor pintar atau merasa Rizal oposisi yang iri sama Jokowi, mengolok-olok Rizal sebagai goblok atau pengkhianat atau iri dan dengki atau tidak faham, dan lain sebagainya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER