close

GP Ansor Temui Jokowi Laporkan Kelompok Radikal Terkonsolidasi Jelang Pemilu

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Gerakan Pemuda (GP) Ansor menegaskan untuk mendukung pemerintah melawan gerakan radikalisme, terutama kelompok-kelompok yang akan mendirikan negara di luar NKRI.

“Sejak dulu kita mendukung pemerintah yang sah. Saat ini kami berkonsolidasi membantu negara, presiden dalam hal ini, untuk melawan kelompok radikalisme,” kata Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas didampingi pimpinan pusat dan wilayah se-Indonesia usai diterima Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (11/1).

Yaqut mengatakan kedatangan pimpinan GP Ansor ke Istana untuk memberikan informasi terkait masih banyak kelompok-kelompok radikalisme di beberapa daerah yang kini terkonsolidasi menjelang Pilpres.

Ia menyebutkan, mereka bukan merusak Pemilu, tetapi mereka menginduk dalam salah satu kontestan Pemilu untuk memasukkan agenda-agenda mereka. Adapun agenda dimaksud adalah mendirikan negara Islam, Khilafah Islamiyah atau minimal mereka mendirikan NKRI bersyariat.


Baca juga: Presiden Jokowi Terima GP Ansor di Istana

Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah Indonesia untuk melawan gerakan-gerakan yang ingin mendirikan negara di luar NKRI.

“NKRI harus tegak berdiri secara utuh,” tegasnya.

Ia juga menyadari bahwa masyarakat Indonesia adalah beragam, suku, agama, ras, namun tidak boleh ada orang yang ingin memperjuangakan kemauannya sendiri.

“Tentunya kita menjaga keragaman itu adalah sunatullah hal yang tidak bisa ditolak. Keberagaman itu suatu keniscayaan, tidak boleh ada orang memperjuangkan kemauannya sendiri. Tidak boleh memperjuangkan negara lain selain NKRI,” tegasnya.

Baca juga: Polemik Muslim Uighur, GP Ansor Tak Setuju Pelabelan Pemerintah Tiongkok Anti-Islam

Yaqut juga menyinggung bahwa kelompok-kelompok radikalisme ini bisa masuk ke pasangan calon Presiden-Wakil Presiden tertentu, sehingga bisa memasukkan ideologinya.

“Kita akan kunci siapa yang mereka dukung, kita akan lawan,” tegasnya.

Ia juga telah memberikan informasi kepada Presiden masih banyak aparatur sipil negara (ASN) dan jajaran petinggi BUMN yang terindikasi paham radikalisme.

Yaqut meminta pemerintah bertindak tegas kepada para ASN dan petinggi BUMN yang terindikasi paham radikalisme tersebut.

“Kita paham pemerintah ini terbentur dengan UU, tidak bisa asal pecat ASN yang terlibat dalam gerakan radikalisme, memutasi pun ada aturannya, karena UU ASN yang mengatur,” katanya.

Yaqut mengatakan pihaknya akan mendorong Presiden setelah hiruk pikuk kontelasi politik ini bisa merivisi UU ASN sehingga bisa menjerat pejabat ASN dan BUMN yang terindikasi radikalisme.

Saat menerima pengurus GP Ansor itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Ant/SU05)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

106 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

BPN Hormati Keputusan MK Memajukan Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menghormati...

Keputusan Sengketa Pilpres Dipercepat Pada Tanggal 27 Juni

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama...

PPDB Zonasi di Jakarta Akan Dilakukan Penyesuaian

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan...

Hindari Sinar-X, Sabu-Sabu Diselundupkan di Dalam Jok Mobil

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Penyelundup 15 kilogram (kg) sabu-sabu yang...

Bawaslu Kudus Persiapkan Data Untuk Hadapi Gugatan di MK

KUDUS, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus,...

Sikap Politik PAN Akan Dirujuk Dari Putusan MK

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Sekjen PAN, Eddy Soeparno menyatakan putusan...

TERPOPULER