Presiden Jokowi Terima GP Ansor di Istana

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pimpinan pusat dan ketua pimpinan wilayah se-Indonesia Gerakan Pemuda (GP) Ansor diterima Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (11/1).

Presiden yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menerima para pimpinan GP Ansor tersebut di ruang utama Istana Merdeka pada pukul 09.00 WIB. Sebelum masuk ke ruang utama, Presiden Jokowi menyalami satu per satu para pimpinan GP Ansor.

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa semua pimpinan pusat dan wilayah hadir karena ingin menyampaikan kondisi daerah apa adanya.

“Ijin pak, kami ingin bapak memandang kami sebagai sahabat, kawan, mohon tidak dipandang sebagai Anshor atau apa pun. Kami mohon dipandang sebagai sahabat, sehingga kami bisa menyampaikan kondisi daerah apa adanya,” kata Yaqut saat diterima Jokowi di Istana.

Baca juga: Polemik Muslim Uighur, GP Ansor Tak Setuju Pelabelan Pemerintah Tiongkok Anti-Islam

Yaqut mengungkapkan bahwa pihaknya mengalami kegelisahan menanggapi kondisi tanah air saat ini, terutama terkait konsolidasi kelompok-kelompok radikalisme dan kondisi politik yang memanas akhir-akhir ini.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi masukan yang berarti bagi kita semua,” kata Yaqut.

Hingga berita ini diturunkan, pertemuan Presiden Jokowi, Mensesneg Pratikno, KSP Moeldoko, dan seluruh pimpinan GP Ansor masih berlangsung. (Ant/SU05)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Ghazwul Fikri dan Media

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.