BNPT Luncurkan Buku Putih Pendanaan Terorisme

2
70
Suhardi Alius
Kepala BNPT, Komjen Suhardi Alius, usai konferensi pers terkait white paper pendanaan terorisme berafiliasi ISIS, di hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta, Rabu, 29/9/2017. (foto:Achmad/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meluncurkan buku putih atau white paper untuk memetakan risiko pendanan terorisme yang berafiliasi dengan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). Buku ini nantinya akan menjadi pedoman bagi seluruh kementerian dan lembaga, termasuk Densus 88 Anti Teror dan Badan Intelijen Negara (BIN), dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan untuk mencegah dan memberantas pendanaan terorisme.

“Di dalam buku ini terdapat pemetaan jaringan pendanaan teroris domestik dan global atau foreign terrorist fighter (FTF),” kata Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius pada saat peluncuran buku tersebut di hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta, Rabu 27 September 2017.

Suhardi menambahkan, ISIS masih menjadi ancaman utama terorisme di Indonesia. Bahkan, sejak 2014, terjadi‎ peningkatan jumlah penanganan perkara pendanaan yang melibatkan ISIS.

“Ini jelas menunjukan bahwa ISIS ancaman nyata bagi Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan, saat ini terjadi perubahan tren pendanaan terorisme. Kelompok teroris tidak lagi mengumpulkan uang secara ilegal, namun mereka menggunakan cara-cara yang legal, seperti pemberian donasi.

Meski jumlahnya tidak besar, tetapi pemberian donasi ini dilakukan secara masif. “Paling tinggi 1000 USD, tapi mengalir ada ciri-cirinya,” kata dia.

‎Kiagus pun mengaku kesulitan dalam menelusuri aliran dana terorisme dengan motif ini. Sebab, selain besifat legal, jumlahnya kecil, pergerakan dana juga dalam bentuk tunai. Dana tersebut biasanya digunakan untuk pembelian senjata, mobilitas, pelatihan dan membangun jaringan teror. (Achmad/Hrn)

Komentar

BACA JUGA
Zakat ASN 2,5%

Presiden Tidak Akan Tandatangani UU MD3

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi tidak akan menandatangani revisi Undang-Undang No 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, atau dikenal UU MD3 yang...
pistol, senjata api

Balik Melawan, Polrestro Jakbar Tembak Mati Perampok Bersenjata

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Petugas Polres Metro Jakarta Barat menembak mati perampok bersenjata api, Hendri, lantaran berusaha melawan anggota usai dilakukan penangkapan. "Petugas mengambil tindakan tegas dan...
luhut binsar panjaitan

Luhut: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tetap Berlanjut

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tetap berjalan meski meleset dari target awal beroperasi. Luhut menggelar...

KPU Bali Targetkan Partisipasi Pemilih Lebihi Nasional

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali menargetkan partisipasi pemilih dalam Pilkada 2018 di daerah itu melebihi target nasional yang ditetapkan sebesar 75,5 persen. "Kami...

Bamsoet: UU MD3 Tidak Bungkam Kebebasan Pers

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan disetujuinya pengesahan Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, atau dikenal dengan UU MD3 hasil perubahan...
loading...
Marah

Marah

Marah. Sebuah kata yang sederhana tapi punya implikasi yang besar.  Akibat marah, hubungan silaturrahim badunsanak bisa putus, dengan tetangga tidak berteguran, pejabat bisa kena...

SUARA WARGA MUHAMMADIYAH BISA JADI PENENTU PEMENANG PILGUB JATIM 2018

Suara Warga Muhammadiyah, Bisa Jadi Penentu Pemenang Pilgub Jatim 2018 By: Syaifulloh Penikmat Pendidikan Kedua calon Gubernur Jawa Timur kedua-duanya memiliki back ground dari Ormas terbesar di...
KH. Luthfi Bashori

Nikah Mut’ah Pernah Dihalalkan, Lantas Dilarang Untuk Seterusnya

Sy. Abdulah RA mengisahkan, ia dan para shahabat pergi berperang besama Rasulullah SAW tanpa disertai wanita (istri mereka). Lalu para shahabat bertanya kepada Rasulullah...