Bantu Korban Longsor Ponorogo, Kemensos Salurkan Bantuan Rp 1,34 miliar

0
59
Sebuah mobil yang tertimbun longsor Ponorogo. (foto: BNPB)

PONOROGO – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan langkah tanggap darurat dengan menyalurkan bantuan senilai Rp1,34 miliar untuk membantu korban bencana tanah longsor di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur.

Bantuan tanggap darurat tersebut disalurkan berupa Logistik senilai Rp 831 juta, operasional Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kemensos selama seminggu senilai Rp 70 juta, serta untuk keperluan santunan untuk ahli waris korban meninggal dunia senilai Rp 420 juta dan korban luka-luka senilai maksimal Rp 5 juta.

Kemensos telah mengerahkan Tagana untuk evakuasi dan membuka dapur umum dengan kekuatan 135 personel terdiri dari Tagana Probolinggo 40 personel, Tagana Trenggalek, Nganjuk, Pacitan, Magetan, Madiun dan kota Madiun masing-masing 10 personel dan anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) Ngebel sebanyak 30 personel.

Sementara itu, tadi malam, Sabtu (1/4), Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang sedang ada kunjungan kerja ke Kabupaten Mojokerta, langsung menuju Ponorogo meninjau lokasi bencana.

Pagi ini, Minggu (2/4), Khofifah meninjau dapur umum yang disiapkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kemensos yang berjarak dua kilometer dari lokasi longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo.

Sebagaimana diketahui, telah terjadi tanah longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, pada Sabtu (1/4) pukul 06.00 WIB akibat hujan yang berlangsung pada Jumat (31/3) malam. Bencana tersebut menimbun beberapa rumah warga dan menimbulkan korban jiwa serta hilang.

Data sementara di Posko bencana 28 orang masih tertimbun, sementara tiga orang selamat serta rumah yang tertimbun sebanyak 32 unit.

Berikut data resmi dari posko tanggap darurat BPBD Ponorogo;

-Jumlah kepala keluarga 35 kk
-Jumlah Jiwa 128 jiwa
-Korban selamat 100 jiwa
-Korban Hilang 28 jiwa

Nama korban hilang
1.Litkusnin, Lk , 60 th
2. Bibit, Pr, 55 th
3. Fitasari, Pr, 28 th
4. Arda, Lk, 5 th
5. Janti, Pr, 50 th
6.Mujirah , Pr, 50 th
7. Purnomo, Lk, 26 th
8. Suyati, Pr, 40 th
9.Poniran, Lk, 45 th
10.Prapti, Pr, 35 th
11. Cikrak, Pr, 60 th
12.Misri, Pr, 27 th
13.Anaknya misri, Pr, 3 th
14. Sunadi, Lk, 47 th
15. Katemi, Pr, 70 th
16. Iwan, Lk, 30 th
17. Katemun, Lk, 55 th
18.Pujianto, Lk, 47 th
19. Siyam , Pr, 40 th
20.Nuryono, Lk, 17 th
21. Menik, Lk, 45 th
22.Kateno, Lk, 55 th
23.Muklas, Lk, 48 th
24.Jadi, Lk, 40 th
25. Suyono, Lk, 35 th
26.Suroso, Lk, 35 th
27. Tolu, Lk, 47 th
28.Situn, Pr, 45 tahun

Keseluruhan korban beralamat di dusun Tangkil, desa Banaran, Kec Pulung, Kab.Ponorogo,

EDITOR: Iwan S

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

kereta ringan

DPR: Pemerintah Harus Tuntaskan Pembangunan LRT

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nusirwan Soedjono menilai, pemerintah harus menuntaskan pembangunan kereta ringan Light Rail Transit...
Imunisasi

Warga Depok Kesulitan Ingin Dapatkan Imunisasi Difteri

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Sejumlah warga di Kota Depok kesulitan ingin mendapatkan imunisasi difteri program imunisasi tanggap kejadian luar biasa kasus difteri di Indonesia atau...
Setya Novanto diperiksa KPK 2

Ahli: Praperadilan Gugur Saat Hakim Membuka Sidang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ahli hukum tata negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar menyatakan bahwa sidang praperadilan dapat gugur saat Majelis Hakim membuka...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...