Video detik-detik Indonesia meninggalkan pertandingan;
“Seharusnya keputusan wasit harus diambil secara jujur dan tidak memihak. Seperti ada rekayasa untuk menghalangi langkah Indonesia. Apakah kemenangan harus diraih dengan cara seperti ini?,” kata Menpora dengan tegas.
Timnas sepak takraw putri mundur dari jalannya pertandingan pada set kedua. Tanda-tanda hal yang kurang menguntungkan sebenarnya terjadi sejak set pertama yang akhirnya dimenangkan oleh tuan rumah Malaysia dengan skor 22-20. Kondisi tersebut berlanjut hingga akhirnya memutuskan meninggalkan pertandingan.
“Saya sendiri tidak merasa mengangkat kaki ketika tekong, tapi kenapa di fault oleh wasit, bahkan sampai 8 kali. Itulah yang membuat kami memutuskan berhenti. Kami merasa dirugikan oleh wasit,” kata Lena.
Sementara itu, Pelatih Kepala Tim Takraw Putri Indonesia Asry Syam sempat menghampiri wasit untuk melakukan protes, namun wasit menolak protes tim Indonesia. Asisten Pelatih Abdul Gani menyayangkan keputusan wasit tersebut.
“Wasit sangat terlihat membela tuan rumah. Beberapa tekong kita di fault,” kata Abdul Gani. (Ant/Hrn)

Jiahhh…. curang
Sebaiknya jangan mundur. Kita boleh kalah, tapi tidak boleh menyerah. Mundur ditengah pertandingam jelas membuat penonton kecewa. Seharusnya pertandingan diselesaikan, menang atau kalah, kits ajukan protes kepada penyelenggara. Itu lebih terhormat.
Seburuk apapun, seharusnya tak mundur. Mundur=kalah. Kalah karena dicurangi = terhormat.
Andai dalam perjuangan “kalah”, yang penting tidak menyerah.
Tapi bagi saya, dengan undur diri (WO) untuk tim sepak takraw putri Indonesia. .. saya salut.
Payah….. Penyelenggara pesta olahraga tingkat Asia tenggara yang sangat tidak fair…. Siapa lagi kalau bukan Malaysia…