MUI: Belajar Islam Jangan dari Media Sosial

0
288
  • 45
    Shares
Prof Zainal Abidin M.Ag

PALU – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, menghimbau agar umat Islam di daerah tersebut jangan belajar tentang agama Islam lewat media sosial (medsos).

Ketua MUI Palu, Prof Zainal Abidin M.Ag menyatakan bahwa informasi di media sosial yang disebarkan oleh oknum-oknum tertentu tidak dapat dijadikan referensi sepenuhnya.

“Umat Islam jangan belajar tentang Islam lewat media sosial seperti dari ‘whatsapp’, ‘BBM’, ‘facebook’, ‘instagram’ dan sebagainya,” katanya di Palu, hari ini Minggu (23/4).

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu ini mencontohkan munculnya akhir-akhir ini kecenderungan umat Islam menulis┬ákalimat Insya Allah yang dimaksudkan sebagai “Jika Allah mengizinkan” atau “Kehendak Allah”, berubah menjadi ‘In Sha Allah’.

Perubahan penulisan tersebut karena informasi yang beredar di medsos, dimana menurut informasi yang beredar, penulisan yang benar yaitu “In Sha Allah”, dan “Insya Allah” adalah salah, karena jika menggunakan huruf “sy” maka diartikan menciptakan Allah.

“Kalau Insya Allah menurut informasi dari media sosial yang membawa-bawa nama Zakir Naik yaitu menciptakan Allah. Karena itu, menurut informasi tersebut yang benar yaitu ‘Insha Allah’,” ujarnya.

Guru Besar bidang pemikiran Islam ini menjelaskan bahwa hal tersebut adalah keliru karena huruf “syin” dalam kalimat tersebut jika ditulis dalam bahasa Indonesia maka menggunakan ‘sy’, bukan sh.

Ia juga membantah keras jika Zakir Naik mengurus tentang penulisan kalimat tersebut dalam bahasa Indonesia, dikarenakan Zakir Naik bukan orang Indonesia melainkan orang India yang ahli di bidang perbanding agama, bukan ahli bahasa Indonesia.

“Apa kapasitas Zakir Naik mengurus bahsa Indonesia? Saya yakin informasi yang beredar tersebut bukan dari Zakir Naik, tetapi oknum-oknum tertentu yang membawa-bawa nama Zakir Naik,” sebutnya.

Namun demikian ia menganggap bahwa persoalan tersebut bukanlah hal yang prinsip di dalam Islam. Akan tetapi, ia menekankan agar umat Islam tidak serta merta langsung menjadikan referensi, patokan dan pedoman informasi dari media sosial.

“Jangan jadikan informasi di media sosial sebagai rujukan dan landasan kalian. Tetapi carilah guru atau seseorang yang berpengetahuan tentang Islam kemudian bertanya langsung, agar kalian tidak keliru,” ujarnya.

 

EDITOR: Iwan S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU