Coto Menggala, merupakan makanan Khas Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah. Dengan berbahan dasar menggala atau singkong dan bertabur bumbu kaldu ayam yang khas dengan aroma nafsu, sangatlah wajar jika banyak diminati warga Kota Manis Pangkalan Bun.

Makanan ini pada 2009 lalu tercatat dalam rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), saat itu bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kobar ke-50. Makanan khas yang sering diburu khususnya bagi para pendatang ini dianggap memberikan citarasa gurih dan memanjakan lidah.

Karena, bumbu yang menyatu merupakan perpaduan kaldu ayam, ditambah dengan campuran kulit sapi atau rusa, sohun, irisan telur dadar, suwiran ayam, ceker ayam dan sayap juga bawang goreng serta daun seledri yang ditabur di atasnya. Sebagai pelengkap tambahan seperti kerupuk, perasan jeruk nipis, kecap, dan sambal yang bisa ditambah sesuai selera tentunya akan menambah nikmat citarasa tersendiri bagi para penikmat kuliner.

Untuk bisa menikmati makanan Coto Menggala ini tidaklah terlalu sulit. Para pemburu kuliner maupun masyarakat Kobar biasanya mendatangi lapak-lapak kuliner yang ada di Kota Pangkalan Bun.

Salah satu lapak yang sering dikunjungi warga adalah Coto Menggala di Jalan Tarmili, tepatnya 30 meter dari TK.Bhayangkari menuju arah lampu merah perempatan Sampuraga atau di belakang Kantor Polres Kobar.

 

Lapak kuliner ini juga sering dikunjungi tamu-tamu dari luar daerah dan juga dari kalangan pegawai negeri maupun swasta, bahkan anggota DPR RI.

Walau tempatnya terbilang sederhana, namun sensasi rasanya benar-benar mampu menggoyang lidah para pembeli. Lapak ini buka setiap hari selain hari minggu, mulai pukul 07.30 pagi hingga pukul setengah satu siang.

Untuk memudahkan para pelanggan, lapak ini juga menyediakan layanan pesan antar (delivery). Rasanya tidak lengkap jika datang ke Pangkalan Bun belum mencicipi makan khas di kota ini.

Selain daripada itu, Coto Menggala juga bisa menjadi solusi pilihan kuliner selain nasi. Dan pastinya bikin ketagihan, kenyang dan gak bikin kantong bolong.

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya.
SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
Untuk pengaduan email ke redaksi@seruji.co.id.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama