Untuk menghadapi tantangan yang makin besar, Yarsi Sumatera Barat sebagai sebuah lembaga yang sudah besar berkomitmen untuk berinvestasi pada pembinaan SDM.
“SDM Yarsi harus punya kopetensi yang terukur dan kapable untuk bisa berkopetisi dengan lembaga lain dalam membangun pelayan masyarakat”. Kata Prof. DR. Zainul Daulay, Ketua Umum Yarsi Sumatera Barat di Padang, 20/3/2018
Yarsi Sumbar saat ini mempunyai 6 rumah sakit yg tersebar di Sumatera Barat. Dengan jumlah karyawan yang lebih dari 2.000 orang Yarsi bukan lagi lembaga kecil, tapi sebuah lembaga besar yang harus siap untuk memberikan layanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya di Sumatera Barat.
Yarsi Sumbar yang telah berumur 49 tahun, didirikan tahun 1969 atas prakarsa DR. M Natsir. Di awal berdiri Yarsi Sumatera Barat hanya mengelola sebuah rumah sakit islam Ibnu Sina di Bukitttinggi. Disaat hampir setengah abad umurnya Yarsi telah jauh berkembang.
Selain 6 buah rumah sakit, Yarsi Sumatera Barat juga mengembangkan sayapnya di luar perumahsakitan. Stikes Yarsi dan Universitas Muhammad Natsir adalah bentuk sumbangan Yarsi di dunia pendidikan. Sedangkan Radio Surya dan swalayan Masyitah adalah bentuk usaha lain yang digeluti Yarsi saat ini.
“Agar semua usaha ini dapat berkembang dan bisa berkompetisi dengan baik, selain sarana prasarana, kita membutuhkan SDM yang profesional dan inovatif. Untuk mendapatkan SDM yang diinginkan ini, Yarsi Sumbar mengembangkan pusat pedidikan dan pelatihan ” jelas Zainul. (Elfizon Amir)

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya.
SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
Untuk pengaduan email ke redaksi@seruji.co.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama