Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk bergambar hijab mereka mengenakan hijab sebagai bentuk dukungan bagi perempuan Muslim pada Hari Hijab Sedunia yang diperingati setiap tanggal 14 Februari 2018.

Tema hijab Massal tahun ini adalah “Kita Tingkatkan Semangat Memperbaiki Diri untuk Memiliki Akhlak yang Mulia”. “Saya sangat senang menjadi bagian dari kampanye mempromosikan hijab dan pemahaman,” sapa Nurjanah siswa wanita.
Ini merupakan pengalaman yang sangat indah dan membuka mata saya!”

Peringatan Hari Hijab Sedunia pertama kali digelar tahun 2017, dan dicetuskan oleh pengurus Rohis Izzatul Islam SMA Negeri 1 Merbau, yang ingin membangun pemahaman beragama dan toleransi beragama dengan mengajak siswa perempuan non-Muslim untuk ikut pawai hijab.

Pawai hijab ini dimulai dari gerbang sekolah dan berakhir di Pasar Suka Ramai Kelurahan Teluk Belitung Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. Sepanjang jalan mereka bersholawat dan mengajak warga yang menonton untuk turut serta. Selain pawai hijab, kegiatan ini diisi juga dengan kegiatan lomba hijab syar’i dan juga bagi-bagi hijab gratis untuk masyarakat yang melintas di jalan S. Parman dan jalan A.Yani dan sekitarnya. Peserta hijab syar’i diikuti 14 peserta dari beberapa sekolah, diantaranya dari SMK Negeri 1 Merbau, SMP Negeri 1 Merbau dan MTs Darul Ihsan serta beberapa sekolah lainnya.

Asykal peraih juara hijab syar’i pada tahun sebelumnya mengungkapkan bahwa dirinya belajar memakai hijab sejak menjadi siswa sekolah dasar.”Yang tidak terbiasa menutup kepalanya, ada sesuatu yang sangat membahagiakan dan damai yang saya rasakan ketika saya menutup kepala dengan cara seperti ini. Perasaan yang tak bisa dipahami banyak orang.”

BACA JUGA:  Rame, Harga Tiket Indonesia Melawan Islandia Dapat Diskon 50 Persen

“Ketika saya keluar menggunakan hijab, saya berjalan dengan lebih percaya diri dan saya secara alami menjadi seseorang yang lebih baik dalam soal tujuan pribadi untuk berinteraksi dan bertindak.”

Perempuan yang biasa menggunakan hijab juga menyampaikan alasan mereka setiap 14 Februari memperingati hijab massal. “Hijab adalah mahkota yang kami pilih untuk digunakan ketika masyarakat lain sangat ingin memperingati hari kasih sayang, kami menjadi orang kampungan,” sapa siswa SMP bernama Ayu Sapira.

Acara hijab massal itu pun diisi penampilan Tim Nasyid B Voice dan Tim Nasyid Gifari serta diisi juga dengan tausiyah  yang disampaikan oleh Ustadz Arifin, M.Pd. dalam tausiyahnya Ustadz Arifin mengambil tema “Keutamaan Berhijab bagi Kaum Perempuan” karena aurat perempuan dari ujung rambut dan seluruh tubuh kecuali wajah dan tangan yang terbiasa dilihat. Diakhir tausiyahnya, Ustadz Arifin menyampaikan tiga pesan terakhir sebelum Rasulllah wafat, yaitu Ummati Ummati Ummati, Ashalat Ashalat Ashalat dan An Nisa an Nisa An Nisa. Dengan semangat Ustadz Arifin memberikan penjelasan ketiga pesan Rasulullah Saw. tersebut.

Hijab adalah istilah umum di dalam Islam yang merujuk pada praktik penggunaan kerudung atau penutup kepala, tapi biasanya digambarkan sebagai selembar kain yang menutupi rambut dan dada. Hijab adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti “penghalang”. Pada beberapa negara berbahasa Arab serta negara-negara Barat, kata hijab lebih sering merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim. Namun dalam keilmuan Islam, hijab lebih tepat merujuk kepada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama.

Kegiatan Hijab massal pun ditutup dengan pemberian hadiah kepada para pemenang lomba Hijab syar’i.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama