Kali ini peringatan Maulid Nabi Muhammad di Singosari diberi tema “REUNI 212 BELA RASULULLAH SAW”.

Sekitar 1200 orang hadirin ikut memadati peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang diprakarsai oleh seorang tokoh ulama, penggerak umat Islam, yang terkenal sangat gigih memperjuangkan kelestarian nilai-nilai Islam di tengah masyarakat, KH. Luthfi Bashori.

Di samping sebagai seorang da’i yang banyak sekali ceramah serta tulisannya kerap menghiasi media sosial seperti di youtube, FB, WA dan sebagainya, beliau juga menjadi pengurus MUI Kab. Malang bagian Komisi Fatwa, serta menjabat Wakil Rais Syuriah WMC.NU Singosari Malang.

Dalam kegiatan ini, KH. Luthfi Bashori menjadi penanggung jawab kegiatan Gebyar Maulid Nabi S.A.W yang dikemas sebagai “Reuni 212 Bela Rasulullah S.A.W.”

Mengapa bertema Reuni 212 Bela Rasulullah ?

KH. Luthfi Bashori menjelaskan, bahwa acara gebyar Maulid di Singosari ini diadakan tiap tahun dengan tema yang berbeda-beda sesuai dengan situasi kekinian.

Karena diadakan tiap tahun, maka sudah tepat disebut sebagai REUNI, dan sangat kebetuan tahun ini diadakan pada tanggal 2 Desember, maka tepat pula disebut 212. Apalagi umat Islam di Monas sedang mengadakan “Reuni Aksi Bela Islam 212”.

Dinamakan BELA RASULULLAH SAW, karena tujuan utamanya adalah memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW, serta karena rasa keprihatinannya terhadap kondisi umat Islam, yang semakin hari semakin jauh dari ajaran Baginda Rasulullah SAW.

Orang sekarang banyak yang lebih mendahulukan akal pikirannya sendiri daripada mengikuti perintah Nabi S.A.W.

Padahal Rasulullah S.A.W berpesan, “Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara, jika kalian berpegang teguh dengan keduanya, maka tidak akan tersesat setelah aku tiada, “Alquran dan Hadits”.

Tentunya orang jaman sekarang yang akan mempelajari serta mempraktekkan isi Alquran dan Hadits itu, harus sesuai dengan pemahaman serta ijma’ para ulama Salaf Ahlus Sunnah wal Jamaah. Bukan mengadanlkan ‘ijtihad’ dari pikirannya sendiri.

Adapun tokoh-tokoh ulama dan habaib yang tampak ikut dalam kegiatan Sabtu, 2 Desember 2017 di Singosari ini antara lain.

1. KH. Bashori Alwi (Pengasuh Pesantren Ilmu Alquran)
2. KH. Luthfi Bashori (Pengasuh Ribath Almurtadla Al-Islami)
3. Hb. Agil bin Ali bin Agil, Malang (Salah satu sesepuh Malang)
4. Hb. Hadi bin Alwi Alkaff, Malang (Penceramah).
5. KH. Mukhtar Ghozali, Karangploso Malang.
6. KH. Nur Hadi, Malang.
7. KH. Yusuf Abdurrahman, Malang dan lain sebagainya.

Rute arak-arakan Ulama dan Habaib dimulai dari Pesantren Ribath Almurtadla menuju PIQ, kurang lebih sepanjang 500 meter dengan menyeberang jalan protokol Surabaya-Malang.

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya.
SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
Untuk pengaduan email ke redaksi@seruji.co.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama