Surabaya – Dunia maya atau Sosial media sudah bukanlah hal asing di kehidupan masyarakat. Segala kemudahan dan kecanggihan teknologi sudah berada di genggaman tangan. Termasuk di dalamnya kemudahan dalam hal berkomunikasi dengan orang lain yang berada jauh dengan kita, saling bertukar kabar maupun foto, serta profil pribadi kita.

Bukan hal aneh bila banyak sekali pengguna sosial media alias warga net menggunakan kecanggihan kamera smart phone untuk mengabadikan berbagai pose menarik bak model kecantikan lalu meng-uploadnya di akun akun pribadi mereka, yang mana hal tersebut dapat dilihat oleh jutaan pasang mata pengguna internet.

Namun tahukah anda bahwa di balik kebiasaan kita terutama para wanita dalam mengabadikan foto demi foto diri dapat memancing seseorang yang memiliki kelainan kejiwaan untuk melakukan pelecehan seksual di dunia maya?

Salah seorang pakar psikologi dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, Fetty Khosianah, M.Psi, Psikolog menjelaskan bahwa maraknya pornografi di berbagai media dapat memancing seseorang yang sudah memiliki kelainan kejiwaan berupa melencengnya aktivitas seksual untuk melakukan kejahatan di dunia maya dengan cara mengamati setiap foto wanita yang dianggapnya seksi, lalu menjadikan subjek dalam foto tersebut utk menjadi bahan fantasi masturbasi untuk mencapai kepuasan seksual.

“Seseorang yang sudah terlalu sering terpapar pornografi, maka akan sering pula berfantasi lalu melakukan masturbasi atau onani kemudian selalu mencari kepuasan dengan cara-cara yang terkadang tidak masuk akal,” paparnya saat ditemui di Kantor Universitas muhammadiyah Surabaya, Jumat (12/1).

Ia menjelaskan, salah satu bentuk penyakit kelainan seksual adalah Fetish, yaitu suatu kondisi dimana seseorang cenderung melakukan hal tertentu yang spesifik, untuk memenuhi hasrat seksual mereka hingga mencapai kepuasan.

“Dalam Psikologi abnormal, Fetish itu suatu kelainan dimana pelakunya menganggap bahwa benda-benda mati dapat membangkitkan hasrat seksualnya, seperti pakaian dalam wanita, baju wanita dan lain lain untuk membangkitkan hasrat seksualnya dengan cara meremas-remas, menciumi benda-benda tersebut, dan seterusnya hinga tercapai kepuasan seksual bagi pengidapnya,” jelasnya.

Menurut Dosen yang mengajar mata kuliah Psikologi Abnormal ini, banyak hal yang bisa dilakukan oleh seseorang pengidap fetish, mulai dari yang normal hingga yang paling aneh dan tidak terpikirkan orang kebanyakan. Seperti mencuri pakaian dalam wanita maupun benda-benda wanita yang menurutnya menarik dan menggairahkan, membeli, atau bahkan juga mengkoleksi foto-foto wanita yang diambilnya dari dunia maya untuk dijadikan sebagai objek seksualitasnya.

“Memang belum banyak diulas dan bahkan mungkin hanya kasus-kasus tertentu tentang adanya keterkaitan para pengidap fetish dengan foto-foto wanita yang banyak beredar di dunia maya, apalagi di era sekarang kita tidak bisa membatasi kebebasan masyarakat untuk berekspresi,” ujarnya

Ia melanjutkan bahwa pada pelaku fetish yang hingga pelakunya sampai melihat dan menyimpan foto wanita dari dunia maya entah yang berpakaian terbuka maupun berhijab rapat lalu menjadikannya sebagai objek seksualitasnya, tentu hal itu dikarenakan terlalu seringnya seseorang tersebut terpapar oleh pornografi, terlalu sering melakukan onani atau masturbasi serta mengeksporasi hal hal yang berbau seksual demi mencapai kepuasan.

“Dampak dari pornografi memang sangat berbahaya, karena yang dirusak adalah bagian pre frontal cortex, yaitu bagian otak yang fungsinya manajerial seperti menentukan tujuan hidup, bagaimana cara mencapainya, memilih salah dan benar, etika dan sebagainya. Adapun analogi kerusakan yang disebabkan karena pornografi tersebut setara bahkan lebih parah dari kerusakan yang diakibatkan oleh kecelakaan,” lanjutnya.

Fetty menjelaskan bahwa seseorang yang telah kecanduan pornografi maka akan terus mencari tingkatan-tingkatan yang lebih tinggi untuk memenuhi egonya dalam memenuhi kepuasan seksual, bahkan sampai pada hal hal yang tidak masuk akal, untuk mencari berbagai variasi dan kenikmatan yang ingin dicapai.

“Karena yang biasa biasa saja membuatnya bosan, maka dari itu dia akan terus mencari berbagai variasi, seperti hanya melihat wanita bercadar dia sudah bisa membayangkan seksual, melihat mayat dan ingin menyetubuhi, bahkan ada yang hanya melihat seseorang yang berdarah ia bisa bangkit hasrat seksualnya, itu namanya blood fetish,” paparnya lagi. (HA)

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya.
SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
Untuk pengaduan email ke redaksi@seruji.co.id.

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama