Dunia medsos (media sosial) saat ini sudah hampir mempengaruhi kehidupan setiap orang. Paling tidak, mindset masyarakat yang rata-rata berusia 55 ke bawah, sudah banyak yang terpengaruh oleh kehidupan dunia medsos.

Termasuk bagaimana sikap seseorang dalam menentukan siapa panutan hidupnya, siapa teman akrabnya, maupun siapa mitra diskusinya dan sebagainya, semua itu dapat diketahui dari komunitas warga medsos mana yang aktif diikuti dan diakrabi serta dijadikan sumber rujukannya.

Karena itu, untuk menjaga agar umat Islam tetap pada pergaulan yang baik, sekira tidak keluar dari aturan syariat Islam, maka hendaklah setiap orang tetap waspada dan berusaha selalu mencari komunitas pertemanan di dunia medsos yang sekira dapat menunjang mindset pemikirannya agar tetap berpegang teguh pada aturan syariat Islam secara baik dan benar.

Contoh riil, misalnya pada saat marak dibicarakan sosok penista agama, si A-hok menjadi fenomena pro-kontra di dunia maya, atau marak munculnya pro kontra terhadap sikap maupun kebijakan presiden yang juga ramai menghiasi dunia maya, maka lagi-lagi pengaruh dunia medsos sangat nyata dapat dirasakan oleh masyarakat pada umumnya secara langsung.

Termasuk dampak nyata dari dunia medsos adalah timbulnya kesadaran umat Islam untuk menjalin persatuan dan persaudaraan dengan sesamanya, hingga jutaan orang dari berbagai tempat maupun background pendidikan yang berlainan, serta bermacam-macam status sosialnya yang berbeda, namun mereka dapat berkumpul bersama dalam aksi-aksi damai yang mereka lakukan di Jakarta, semua itu tidak terlepas karena munculnya sosok penista agama di Jakarta yang kerap muncul di dunia medsos.

Di sisi lain, muncul pula komunitas yang berseberangan dengan langkah umat Islam tersebut di atas, hingga mereka membuat perkumpulan tandingan, baik lewat petemuan-pertemuan dengan kelompok tertentu, maupun berusaha merapatkan barisan di dunia maya. Mereka pun menyatu dalam barisan dengan cara menampakkan keberpihakan kepada penista agama, sekalipun dikemas dengan berbagai macam versi serta memberikan alasan yang dibuat-buat. Maka dunia media sosial pun tidak ketinggalan ikut menyeleksi, hingga mudah dibaca oleh khalayak, sesungguhnya siapa bersama siapa.

KH. Luthfi Bashori

KH. Luthfi Bashori

Pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari Malang, Ketua Umum Pesantren Ilmu Alquran (PIQ) Singosari Malang, Ketua Komisi Hukum dan Fatwa MUI Kab. Malang.
KH. Luthfi Bashori

Tulisan terbaru KH. Luthfi Bashori (semua)

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin. SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
1
2
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Kanal Warga Terbaru

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...
FB_IMG_1512793743952_1513075578692

Mengapa Engkau Alergi Dengan Ustadz Abdul Somad..?

Ustadz Abdul Somad adalah sosok yang sederhana dan bersahaja. Ketika orang mendengarkan ceramahnya pun merasa nyaman sekaligus terhibur dengan intermezonya. Maka tak pelak, beliau...