Nabi Muhammad SAW bersabda bahawa ada seorang laki-laki pergi mengunjungi saudaranya yang bermukim di suatu negeri yang jauh dari tempat tinggalnya. Maka, Allah SWT memerintah malaikat untuk menemaninya selama dalam perjalanan.

Malaikat itu bertanya kepada sang lelaki, “Akan ke manakah engkau?”

“Mengunjungi saudaraku di suatu daerah.” Jawab sang lelaki.

“Apakah engkau berkunjung karena berutang budi kepadanya?” Tanya malaikat itu lagi.

“Tidak, tegas lelaki tersebut. “Sebab, aku mencintainya semata-mata karena Allah Ta’ala.”

Malaikat itu terus terang, “Sungguh, Allah SWT mengutusku untuk menemanimu. Cintamu kepada saudaramu semata-mata karena-Nya.” (HR. Muslim).

Berziarah mengunjungi kawan sesama muslim, ternyata mempunyai keutamaan yang sangat besar, utamanya mendapatkan keridhaan dari Allah serta penjagaan oleh malaikat.

Termasuk mencintai sesama muslim karena Allah SAW itu juga sangat bermanfaat untuk menunjang kehidupan dan kemashlahatan akhirat kelak.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak beriman seseorang di antara kalian sebelum ia mencintai saudaranya seperti kecintaanya terhadap dirinya sendiri.” (HR. Al-Bukhari).

Sowan atau berziarahi kepada sesama muslim yang didasari cinta karena Allah SWT, akan mendapat tambahan pahala dan kemuliaan dari Allah SWT.

Sy. Abu Hurairah RA mengatakan, bahwa Rasulullah SAW menerangkan pada hari Qiamat kelak, Allah SWT berfirman, “Mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Kunaungi mereka, di mana tidak ada naungan selain naungan-Ku.” (HR. Muslim).

Berbicara tentang hari Qiamat yang terkait dengan hubungan sesama muslim yang didasari rasa cinta karena Allah SWT, maka Sy. Anas bin Malik pernah menceritakan, bahwa seorang Arab dusun bertanya kepada Nabi SAW. “Kapankah terjadinya Qiamat?”

“Apakah yang telah engkau persiapkan untuk itu?” Rasulullah SAW balik bertanya.

“Mengasihi Allah dan Rasul-Nya” Jawab Arab dusun.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kelak engkau akan senantiasa bersama kekasihmu itu.” (HR. Muslim).

Sy. Nu’man bin Basyir RA mengungkapkan, Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan orang mukmin dalam hal saling mencintai, saling mengasihi, dan saling menyayangi, bagaikan sebuah tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh merasa sakit, terasa demam, dan tidak dapat tidur.” (HR. Muslim)

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya.
SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
Untuk pengaduan email ke redaksi@seruji.co.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama