Luthfi Bashori

Minum kopi, bagi sebagian kalangan diyakini sangat ampuh untuk mengusir kantuk.

Di samping itu, minum kopi dianggap juga dapat menambah stamina tubuh, hingga bisa mendorong peningkatan etos kerja.

Maka tidak heran jika sebagian kalangan meyakini bahwa kopi adalah salah satu teman terbaik bagi mereka yang ingin lebih lama terjaga dari tidurnya

Bahkan di kalangan orang-orang shalih pun tidak ketinggalan, sebagian mereka selalu minum kopi sebelum beraktifitas di malam hari demi mendapatkan kemuliaan dari Allah.

Seorang penyair shalih bersenandung:

قَهْوَةُ الْبُنِّ يَا أَهْلَ الْغَرَامْ
سَاعَدَتْنِيْ عَلَى طَرْدِ الْمَنَامْ *
وَأَعَانَتْنِيْ بِعَوْنِ اللهِ عَلى
طَاعَةِ اللهِ وَ الْعَالَمُ نِيَامْ *
قَافُهَا الْقُوْتُ وَ الْهَاءُ الْهُدَى
وَاوُهَا الْوُدُّ وَ الْهَاءُ هِيَامْ *
لاَ تَلُوْمُوْنِيْ عَلَى شُرْبِيْ لَهَا
إِنَّهَا شُرْبُ سَادَاتٍ كِرَامٍ *

Wahai orang-orang yang asyik dalam cinta sejati dengan-Nya, sungguh kopi itu membantuku mengusir kantuk.

Dengan pertolongan Allah, kopi menggiatkanku untuk taat beribadah kepada-Nya di kala orang-orang sedang terlelap.

[Qahwah/kopi], qaf-nya adalah quut (makanan), ha adalah huda (petunjuk), wawu adalah wud (cinta), dan ha adalah hiyam (pengusir kantuk).

Janganlah kalian mencelaku karena aku minum kopi, sebab kopi adalah minuman orang-orang yang mulia.

Orang yang mencintai Rasulullah SAW dan merindukan agar dapat berjumpa dengannya, maka memerlukan semangat serta kekuatan penuh untuk memperbanyak baca shalawat, dan giat menghidupkan sunnah-sunnah beliau SAW.

Termasuk juga berusaha tidak memperbanyak tidur hingga dapat mengatur waktu untuk mengaplikasikan kerinduannya kepada Rasulullah SAW, seperti memperbanyak ibadah-ibadah sunnah dengan melakukan amalan-amalan yang sesuai ajaran beliau SAW.

Sebagaimana dikatakan:

كل من يعشق محمد
ينبغي ان لا ينام *

Setiap orang yang rindu bertemu Nabi Muhammad, maka hendaklah ia tidak banyak tidur.

Begitulah kira-kira argumentasi para pecinta kopi dari kalangan orang-orang shalih ahli ibadah, yang diarahkan untuk mendukung kegiatan amal baik mereka, hingga dapat meraih harapan dan kemuliaan di sisi Allah dan Rasul-Nya.

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya.
SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
Untuk pengaduan email ke redaksi@seruji.co.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama