KH. Luthfi Bashori

Seseorang yang berpakaian islami itu menunjukkan imannya MANCUNG di sisi Allah. Sedangkan menanggalkan pakaian islami itu adalah perbuatan orang yang PESEK imannya di hadapan Allah.

Umat Islam jangan sekali-kali menanggalkan identitas keislamannya, karena dapat membahayakan aqidahnya.

Orang yang secara terang-terangan meninggalkan identitas keislamannya, sesungguhnya ia itu sangat pesek keimanannya di hadapan Allah.

Apalagi jika ada seorang yang semula beragama Islam, lantas pindah keyakinan, seperti pindah memeluk aliran kepercayaan, maka bukan lagi sekedar pesek imannya di hadapan Allah, tetapi sudah tenggelam dan hilang sama sekali.

Menurut kamus Wiktionary, Aliran Kepercayaan adalah paham yang mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa, tetapi tidak termasuk atau tidak berdasarkan ajaran salah satu dari kelima agama resmi yang diakui di Indonesia (Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, dan Budha).

Dengan mengikuti definisi di atas ini, maka jika ada seorang yang semula sebagai muslimah berjilbab, tiba-tiba melepaskan jilbabnya karena memilih pindah keyakinan mengikuti Aliran Kepercayaan, maka sama saja telah murtad alias keluar dari agama Islam.

Agama itu suatu keniscayaan. Seseorang yang secara terang-terangan memilih satu agama untuk dianutnya, apapun nama agamanya, maka ia tergolong orang yang jelas identitasnya.

Contoh selama ini, sebuah kartu identitas yang tertulis padanya kolom agama, maka pemiliknya secara eksplisit dapat menulis agama yang dianutnya, misalnya Islam, Hindu, Katolik dan seterusnya.

Namun tidak demikian dengan penganut aliran kepercayaan yang belum jelas agama apa yang dianutnya. Bahkan sampai detik ini pun masih menjadi problem dan polemik tersendiri saat penganut aliran kepercayaan akan mengisi kolom agama dalam kartu identitas.

Mendeteksi seseorang yang memiliki satu agama yang dipeluknya, mungkin lebih mudah diketahui oleh masyarakat, termasuk saat akan melakukan prosesi pemakaman jenazah.

Apalagi bagi pemeluk agama Islam yang senantiasa berusaha melestarikan ciri khas keislamannya, seperti berjilbab bagi kaum wanita muslimah, dan berbaju serta aksesoris Islami bagi kalangan kaum lelaki muslim, maka akan memudahkan masyarakat untuk mengidentifikasinya.

Tentunya setiap muslim taat, mendapati saudaranya yang seiman, maka akan merasa ikut bahagia. Misalnya melihat seorang wanita muslimah yang berjilbab atau melihat kaum lelaki yang mengenakan aksesoris Islami, tentu akan merasa seakan-akan ia melihat sebuah wajah indah yang cantik jelita nan elok atau wajah yang tampan nan rupawan didukung oleh hidung mancung yang ‘aduhai’, hingga dapat menyejukkan bagi setiap mata yang memandang.

Semoga setiap muslim dan muslimah khususnya di negara Indonesia ini, ke depan dapat segera menggunakan pakaian syar’i sehingga imannya semakin kuat, tinggi, kokoh dan MANCUNG di hadapan Allah.

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya.
SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
Untuk pengaduan email ke redaksi@seruji.co.id.

3 KOMENTAR

  1. Kalau pesek hidung fisiknya, masih bisa ditutup dengan operasi (plastik) agar terkesan mancung. Kalau yang pesek ‘hidung’ keimanannya, mau ditutupi dengan cara apapun, akhirnya akan tampak juga dalam sikap hidupnya…

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.