Membiarkan kemunkaran terjad di depan mata, adalah perbuatan tercela. Muslim yang baik adalah muslim yang peduli terhadap kemashlahatan lingkunganya, sekira jika terjadi kemaksiatan di sekitarnya, maka ia akan segera mereaksi dengan cara berupaya mencegah kemunkaran tersebut sesuai kemampuannya. 

Sy. Abu Sa’id Al-Khudri RA menginformasikan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Siapa saja di antara kalian melihat kemunkaran, maka ubahlah dengan tangannya, jika ia tidak mampu, ubahlah dengan lisannya, apabila tidak mampu juga, ubahlah dengan hati dan itulah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim),

Merubah kemunkaran dengan tangan, bisa saja dilakukan secara langsung jika ada kemampuan, misalnya seorang ayah memukul atau menjewer anaknya yang tidak shalat. Atau ‘tangan’ pemerintahan yang membubarkan para pemain judi atau portitusi.

Merubah kemunkaran dengan lisan, misalnya lewat dakwah di tengah masyarakat, termasuk lewat minbar Jumat, atau bisa juag dilakukan lewat tulisan-tulisan serta memanfaatkan dunia medsos.

Inkar terhadap kemaksiatan dalam hati dengan cara diam dan tidak mereaksi, karena merasa dirinya tidak mampu ber-nahi munkar disebabkan keterbatasannya, sekalipiun termasuk memiliki iman yang lemah, namun ini jauh lebih baik daripada para pelaku kemaksiatan maupun pihak-pihak yang merestui atau membela dan membekingi kemaksiatan.

Sy. Hudzaifah RA menyatakan, Nabi Muhammad SAW brsabda, “Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam genggaman kekuasaan-Nya, kalian harus benar-benar menjalankan amar ma’ruf nahi munkar atau Allah akan menimpakan kepada kalian dalam waktu yang dekat dengan suatu siksaan dari-Nya, kemudian kalian berseru kepada-Nya, tetapi doa kalian tidak di perkenankan.” (HR. At-Tirmidzi dan Ath-Thabarani).

Umat Islam jangan sampai terlambat dalam ber-nahi munkar, karena sekalipun yang melakukan kemaksiatan itu pihak lain, namun jika Allah sudah murka dan mengirim bala bencana bagi para pelaku kemaksiatan tersebut, maka Albalaa-u ya’ummu (bala bencana itu sifatnya menyeluruh), maksudnya baik akan menimpa kepada para pelaku kemaksiatan, maupun kepada orang-orang beriman yang ada di sekitar tempat kemaksiatan tersebut.

Sy. Abu Sya’labah Al-Khasyi RA menyatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kalian harus saling menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah perbuatan munkar, sampai kalian menyaksikan (terjadinya) orang-orang menjadi kikir dan mengikuti hawa nafsu karena terpengaruh dunia, serta setiap orang mengagumi pendapatnya sendiri. Dalam keadaan demikian, jagalah dirimu dan jauhilah orang awam, sebab hari-hari di belakangmu masih panjang. Orang yang sabar kala itu tidak ubahnya seperti memegang bara (api). Sedangkan orang yang beramal mendapat balasan sebanyak balasan lima puluh lelaki yang beramal seperti amal kalian.” (HR. At-Tirmidzi).

Betapa pentingnya nahi munkar dilakukan di tengah masyarakat. Untuk melaksanakan perintah nahi munkar ini, seseorang itu tidak memerlukan kedalaman ilmu agama yang luas, seperti yang dimiliki oelh para ulama. Namun cukup memahami dasar-dasar ilmu syariat, dan memahami batasan yang halal dan yang haram, maka setiap ia melihat orang lain melanggar hukum haram di depannya, atau menerjang hukum haram di depan publik, maka ia harus mencegahnya sesuai kemampuan, dan saat itulah ia dapat melaksanakan perintah nahi munkar terhadap si pelanggar hukum haram tersebut.

Adapun, untuk langkah berikutnya, maka sangat perlu untuk melibatkan para ulama yang mumpuni, maupun orang-orang yang ahli ilmu di bidang pengadilan, agar tidak salah dalam melangkah.

Sy. Ibnu Mas’ud berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Nabi-nabi yang diutus sebelumku pasti didampingi shahabat-shahabat yang setia. Mereka mengikuti sunnahnya dan mengerjakan apa yang diperintahkan. Sesudah mereka, muncullah orang yang suka berbicara dan tidak suka beramal, mereka berbuat sesuatu yang tidak di perintahkan. Siapa saja yang memerangi mereka dengan tangannya (kekuasaanya), ia adalah orang yang beriman. Siapa saja yang memerangi mereka dengan lisannya, ia pun orang yang beriman. Dan siapa saja yang memerangi mereka dengan hatinya, maka ia pun juga orang ynag beriman. Selain dari itu, maka tidak ada lagi iman meski hanya seberat biji sawi.” (HR. Muslim).

KH. Luthfi Bashori

KH. Luthfi Bashori

Pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari Malang, Ketua Umum Pesantren Ilmu Alquran (PIQ) Singosari Malang, Ketua Komisi Hukum dan Fatwa MUI Kab. Malang.
KH. Luthfi Bashori

Tulisan terbaru KH. Luthfi Bashori (semua)

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya.
SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
Untuk pengaduan email ke redaksi@seruji.co.id.

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....