Riwayat Bukhari-Muslim: “Rasulullah SAW adalah mempunyai sebaik-baik wajah dibanding semua orang, dan memiliki sebaik-baik akhlaq budi pekerti, badan beliau bukanlah orang yang terlalu tinggi, namun juga bukan yang pendek.”

Riwayat Albaihaqi-Atthabrani: “Andaikata engkau melihatnya, pasti engkau akan mengatakan: Ibarat matahari terbit”

Riwayat Tirmidzi-Ahmad dari Abu Hurairah: “Aku tidak pernah melihat sesuatupun yang lebih indah dibanding NABI SAW, seakan-akan matahari berada di wajahnya, aku juga tidak pernah melihat seorangpun yang dapat berjalan secepat Beliau SAW, seakan-akan bumi ini dilipat untuk mempercepat langkahnya, kami selalu berusaha mengejarnya, namun Beliau SAW tidak pernah tersalip.”

Riwayat Muslim dari Anas: “Tidak pernah aku mencium bau misik maupun anbar yang lebih harum dibanding harumnya badan Nabi SAW, dan tidak pernak aku menyentuh kain sutra sehalus telapak tangan Beliau SAW.”

Alquran menyatakan: Wainnaka laalaa huluqinadhiim (Sungguh engkau memiliki budi pekerti yang mulia)

Riwayat Bukhari dari Abdullah bin Zubair: “Allah memerintahkan Nabi SAW untuk selalu memaafkan orang lain.”

Riwayat Muslim: Allah mewafatkan Rasulullah SAW pada saat usia kepala 6 (tepatnya 63 tahun), dan pada rambut kepala dan jenggotnya tidak terdapat uban yang lebih dari 20 helai.

Riwayat Bukhari-Muslim dari Aisyah : Tidak pernah Rasulullah SAW diberi dua pilihan, kecuali beliau selalu memilih yang paling ringan dari keduanya, selagi tidak berkaitan dengan perbuatan dosa. Jika berkaitan dengan perbuatan dosa, maka beliau adalah orang pertama yang menjauhi perbuatan itu.

Riwayat Bukhari : Rasulullah SAW selalu memperpanjang shalat malam hingga telapak kakinya pecah, lantas ditanya : Wahai rasulullah, tidakkah Allah telah mengampuni kesalahan tuan, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi ? Beliau SAW menjawab : Bukankah aku ingin menjadi hamba yang pandai bersyukur ?

Riwayat Muslim : Tidaklah Rasulullah SAW dimintai sesuatu atas nama kepentingan Islam, kecuali Beliau SAW mengabulkan permintaan tersebut.

Suatu saat seorang lelaki datang dan meminta sesuatu kepada Beliau SAW, lantas Rasulullah SAW memerintahkan orang itu untuk mengambil seekor kambing milik Beliau SAW yang ada di lereng gunung, dan setelah mengambil kambing orang itupun kembali ke kaumnya, dan mengatakan: Kalian masuklah Islam, sesungguhnya Muhammad adalah figur yang senang memberi sesuatu tanpa takut menjadi miskin.

Riwayat Ahmad dari Ali bin Abi Thalib: Tatkala terjadi perang Badar, Rasulullah SAW menhadapi kaum musyrikin, dan Beliau SAW adalah paling beraninya orang dalam menghadapi musuh.

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama