Sy. Abu Dzar RA mengabarkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Wahai Abu Dzar, bagaimana pendapatmu tentang harta yang banyak ? Apakah itu merupakan kecukupan ?”

“Benar, wahai Rasulullah,” jawab Sy. Abu Dzar.

“Apakah engkau beranggapan harta yang sedikit itu suatu kefakiran ?” tanya Rasulullah SAW.
“Benar, wahai Rasulullah.”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya yang dikatakan kecukupan ialah orang yang hatinya merasa cukup, dan orang yang dikatakan fakir ialah orang yang hatinya selalu rakus.” (HR. Ibnu Hibban).

Ternyata banyak orang yang salah pandang tentang definisi status sosial ekonomi masyarakat. Mayoritas mereka beranggapan bahwa orang yang banyak harta itu digolongkan sebagai masyarakat kelas menengah ke atas, karena secara dhahir memiliki banyak harta.

Namun, menurut Rasulullah SAW justru mereka yang selalu bekerja menumpuk harta tanpa mengenal waktu, hingga seluruh hidupnya hanya dipergunakan untuk mengejar kekayaan saja, mereka itulah yang tergolong fakir.

1
2
3
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya.
SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
Untuk pengaduan email ke redaksi@seruji.co.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama