Katakan Saja, “Aku Tidak Tahu…”

3
681
Akutidaktahu
Katakan saja, "aku tidak tahu."

Apabila seseorang mendalami ilmu dalam tingkatan lebih rendah tanpa terlebih dahulu mendalami ilmu fardhu ‘ain, orang itu akan tersesat. Ilmu yang dimilikinya tidak akan dapat menghasilkan kebaikan. Kenapa? Karena tercemar niat atau tujuan lain seperti pangkat, harta, kedudukan dan yang berhubungan dengan pemuasan hawa nafsu belaka. Hasil dari amalnya justru akan menimbulkan kedengkian, perpecahan dan permusuhan. Orang-orang seperti ini, ia mengancam, akan merugi, dan merugikan lingkungannya.

Sebagai ilustrasi, kalau kita memperhatikan orang-orang di sekitar, kita akan menemukan banyak orang pandai yang memiliki kecakapan dalam menyampaikan pengetahuan, pemikiran, dan pendapatnya. Orang-orang ini menonjol dan seringkali menempati posisi penting di masyarakat, bidangnya, bahkan dalam bernegara.

Kemampuan berbahasa dan berkomunikasi dengan baik, membuatnya sanggup meyakinkan seseorang akan suatu hal yang terlihat ia cakap di dalamnya. Namun, kelemahan pemahaman ilmu fardhu ‘ain membuatnya sombong dan tidak sadar akan keterbatasan ilmu yang dimilikinya. Ketika ditanyakan hal-hal yang ia tidak menguasai, ia tidak cukup kuat menanggung malu untuk jujur mengakui ketidaktahuannya.

Ia tetap tampak berkompeten, namun tanpa kita sadari ia berbohong, mencontek, memplagiat, atau memanipulasi fakta. Dengan kecerdikan berkomunikasi ia memberikan jawaban-jawaban yang antara tidak nyambung, menyesatkan, atau mengalihkan dari hal yang penting. Ini sangat berbahaya terutama apabila pelaku adalah seseorang yang memiliki posisi berpengaruh di masyarakat.

Padahal dengan mengakui, ‘aku tidak tahu’, Imam Malik justru menunjukkan kemuliaannya. Pada saat itu, sudah pasti ada beberapa orang yang meremehkannya. Namun berabad kemudian, namanya melegenda, karya-karyanya abadi. Kisahnya di atas menjadi inspirasi bagi umat untuk mencari hakikat ilmu dan pentingnya kesadaran diri dan kejujuran sebagai bagian dari ilmu yang utama.

Bukankan mengakui ketidaktahuan itu kemudian akan memotivasi diri untuk terus mencari tahu, sehingga terus menerus meraih ilmu?

3 KOMENTAR

  1. speechless..intinya keren abis…sulit untuk mengakui ” ketidak berkompetenan kita” disaat org lain menggangap kita secara kasat mata memiliki kompetensi yg sebenarnya baru superficial kita pahami..makasi tulisan nasehatnya pak Gauzal

  2. Wahhh….speechless..intinya keren abis…sulit untuk mengakui ” ketidak berkompetenan kita” disaat org lain menggangap kita secara kasat mata memiliki kompetensi yg sebenarnya baru superficial kita pahami..makasi tulisan nasehatnya pak Gauzal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama