“Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang berbuat dhalim.” (Arti QS. Al-An’am, 144)

Termasuk bahaya mendukung kedhaliman di akhir zaman, yaitu siapa saja yang dengan sengaja membiarkan kemunkaran dan kedhaliman semakin merajalela, terlebih kedhaliman yang menimpa umat Islam. Maka baik si pelaku kedhaliman maupun para pendukungnya, sama saja di hadapan Allah, hingga akan sangat sulit mendapat hidayah.

Jika ada suatu kebijakan yang menyebabkan umat Islam hidupnya menjadi sengsara, mengalami banyak kesulitan dan tekanan hidup, kemiskinan semakin meningkat dan kedamaian semakin sirna. Maka keadaan yang demikian itu hakikatnya karena ada suatu kedhaliman yang sedang terjadi walaupun  seringkali dilupakan oleh banyak pihak.

Sy. Ibnu Mas’ud RA memberitakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kelak sepeninggalanku akan ada orang yang dhalim (mementingkan diri sendiri) dan akan terjadi banyak urusan yang diputarbalikkan.”

“Wahai Rasulullah SAW, apa yang harus kami lakukan saat itu ?” tanya shahabat.
Nabi Muhammad SAW menjawab, “Lakukanlah tugas yang menjadi kewajiban kalian dan memohonlah kepada Allah SWT (agar kalian mendapat) bagian yang menjadi hak kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sebagaimana dikatakan bahwa kedhaliman itu adalah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Maka situasi dan kondisi dimana semakin banyak kejadian yang menyebabkan kebingungan masyarakat, akibat terjadi pemutarbalikan fakta, seperti maraknya terjadi pembicaraan bohong maupun berita hoax yang tidak sesuai dengan kenyataan, mudah tersebar di tengah masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama