Hadirnya “Fintech”
“Financial technology” (Fintech) atau biasa disebut perbankan digital kini juga telah menjamur di Indonesia, namun demikian pemegang kebijakan dalam hal ini Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih terus mencarikan formula aturan yang sesuai dengan teknologi tersebut.
Diyakini, para pemegang kebijakan di dunia perbankan sadar bahwa hadirnya perbankan berbasis daring tersebut sudah tidak bisa dibendung lagi.
Sehingga mereka (para pemegang kebijakan perbankan) harus segera membuat aturan agar tidak terjadi gesekan antara perbankan konvensional dengan daring, seperti awal kemunculan transportasi daring.
Tentunya, imbas hadirnya fintech yang paling dirasakan adalah oleh perbankan di sektor menengah ke bawah, yakni bank perkreditan rakyat (BPR).
Karena masyarakat di sektor itu akan sangat terbantu dan bisa beralih dari BPR ke fintech, hal ini disebabkan mudahnya pemberian pinjaman tanpa adanya jaminan tertentu yang berbelit-belit, seperti halnya BPR.
CEO Tunaiku, atau salah satu perusahaan berbasis fintech, Vishal Tulsian mengakui model pendanaan secara fintech kini tumbuh menjadi idola di kalangan masyarakat, baik urban maupun sub-urban.
Dengan adanya teknologi digital perbankan saat ini, beberapa langkah yang menjadi tahapan pendanaan secara konvensional dapat tereliminasi oleh langkah praktis secara fintech.
Dalam siaran pers ia menyebutkan, lewat fintech masyarakat akan terbantukan oleh langkah efisien karena pemanfaatan teknologi baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Bahkan, kata dia, jumlah nasabah Perusahaan Tunaiku terus meningkat, yakni pada awal 2017 jumlahnya 33.000 nasabah, kini telah meningkat ke 43.000 peminjam.
Menyadari hal itu, Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Jawa Timur Sujatno mengakui kemunculan fintech saat ini sudah sangat luar biasa, dan tidak akan bisa dilawan.
Oleh karena itu, kata dia, Perbarindo yang dalam hal ini yang menaungi seluruh BPR berencana menjalin kerja sama untuk mengisi kekosongan teknologi yang selama ini tidak dimiliki BPR.
