Ketika Pemegang Kebijakan Harus Bersahabat Dengan Teknologi

0
96
  • 5
    Shares
Aplikasi transportasi online
Aplikasi transportasi online (ilustrasi)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID –  Tahun 2018 menjadi langkah awal Pemprov Jatim merangkul angkutan daring/online, dengan ditandai pemasangan stiker ke salah satu mobil sebagai bentuk angkutan berbasis teknologi itu sudah mendapatkan izin di wilayah setempat.

Pemasangan stiker ke mobil daring dilakukan oleh Gubernur Jatim Soekarwo di Gedung Grahadi, Surabaya, Kamis (4/1), sekaligus menandai berakhirnya kisruh antara angkutan daring dan konvensional, dan awal kesepakatan kerukunan kedua belah pihak.

Langkah pemerintah provinsi yang memiliki 29 kabupaten dan 9 kota ini, perlu kiranya menjadi contoh pemegang kebijakan daerah lain untuk merangkul dan bersama-sama mulai menyahabati teknologi.

Sebelum kesepakatan, banyak cerita mewarnai hadirnya transportasi berbasis teknologi itu di Jawa Timur, mulai dari aksi mogok besar-besaran angkutan konvesional dengan “mengepung” Gedung Grahadi, hingga kabar kekerasan yang dialami sopir transportasi daring di beberapa lokasi.

Cerita dan kisah itu muncul menjadi bagian dari dinamika masyarakat menanggapi hadirnya kemajuan teknologi daring yang mampu membuat perubahan dan multiplayer efek langsung di tataran sosial masyarakat.

Muliaman Hadad, salah satu pengamat ekonomi di Indonesia mengakui munculnya teknologi yang masuk pada tatanan ekonomi berkontribusi besar terhadap perubahan aktivitas masyarakat, bahkan pengaruhnya sangat signifikan.

Muliaman yang juga Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) ini mengatakan beberapa dampak akibat munculnya ekonomi berbasis teknologi digital memang terasa nyata, namun masih perlu dikaji terus dengan melihat beberapa fenomena kisah dan cerita yang ada.

Meski demikian, yang jelas saat ini, kata dia, teknologi telah menjadi “sopir”, dan memungkinkan terjadinya otomasi sistem di semua aspek, baik ekonomi maupun sosial kemasyarakatan.

“Saat ini ekonomi yang berbasis teknologi bisa memberikan dampak langsung ke indeks harga konsumen. Tekanan harga menjadi meningkat, tapi rendahnya biaya distribusi akan mengompensasi tekanan tersebut,” kata dia, usai mengikuti Seminar ISEI di Surabaya.

Muliaman mengatakan, meski telah memberikan efek siginifikan, namun masih perlu ada transisi yang cukup panjang, dan ditentukan bagaimana masyarakat merespons, dan perlu didukung dengan kebijakan publik, untuk mengantisipasi maupun mempersiapkannya.

Langganan berita lewat Telegram
loading...
1
2
3
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU