Fauja Singh (kanan)

Oleh: dr. Irsyal Rusad, Sp PD,

SERUJI.CO.ID – Fauja Singh, mungkin nama yang asing bagi sebagian besar kita. Saya pun mengenalnya hanya melalui sebuah artikel di majalah The Guardian Online beberapa waktu yang lalu. Menarik bagi saya karena pada usia 100 tahun dia masih mengingkuti lari marathon sejauh 40 Km lebih pada lomba marathon di Canada pada tahun 2011.

Lari marathon diikutinya beberapa kali setelah dia pindah dari India ke Ingris sesudah istri dan anaknya meninggal. Dan, beliau mulai berlatih lari waktu berusia 89 tahun. Usia yang sebagian besar kita sudah di alam kubur, atau kalau masih barangkali hanya hidup dengan bantuan orang lain.

Bertolak belakang dengan Fauja Singh, “centenarian” yang masih mampu mengikuti lomba marathon dan berlari setiap hari 10-15 km, kebanyakan kita menjadikan tua sebagai alasan untuk tidak berolahraga. Takut jatuh, khawatir patah, merasa tidak lagi nyaman, malu, tidak kuat, sakit, adalah alasan-alasan yang setiap hari saya dengar dari pasien-pasien saya yang sudah merasa tua untuk tidak berolahraga.

Sering pasien yang sebenarnya belum begitu tua, bahkan kalau melihat harapan hidup sekarang, bisa dikatakan muda, menjadikan tua sebagai alasan pembenaran untuk tidak lagi berolahraga, hanya duduk-tiduran di runah.

Sebagai salah satu contoh saja, dari banyak pasien yang menganggap tua untuk alasan tidak lagi aktif secara fisik, seorang pasien laki-laki, usia 58 tahun baru saja pensiun dengan diagnosis diabetes melitus tipe 2, obesitas, dan hipertensi.

Apa jawabannya waktu disarankan untuk hidup lebih aktif dan berolahraga. “Saya tidak muda lagi dokter, tidak kuat lagi, dan saya takut jatuh”.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama