Tes HIV Ibu Hamil Untuk Risiko Tinggi

0
9
HIV positif
Ilustrasi HIV positif

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan tes HIV untuk ibu hamil dilakukan pada ibu dengan potensi risiko tinggi.

“Potensi risiko tinggi yang dimaksudkan adalah apabila ibu hamil memiliki riwayat yang bisa menjadi penyebab penularan HIV/AIDS baik dari suami maupun istri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Jumat (8/12).

Semestinya, kata dia, semua ibu hamil perlu mendapatkan pelayanan tes HIV untuk menghindari bayi lahir dengan HIV, namun hal itu belum dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran.

Usman menyebutkan, anggaran yang digunakan untuk tes HIV ibu hamil pada 11 puskesmas di Mataram, merupakan dana bantuan dari pemerintah provinsi sehingga pelayanan ini diberikan secara gratis.

Sementara anggaran dari APBD Kota Mataram belum ada, sehingga jika pemerintah kota berkomitmen melakukan penanganan kasus HIV/AIDS sejak dini, dukungan anggaran dari pemerintah kota juga perlu dialokasikan.

“Karenanya, tahun depan kita akan coba mengusulkan anggaran untuk mendukung pelaksanaan tes HIV untuk ibu hamil, agar tes HIV bisa dilaksanakan pada setiap ibu hamil dengan proyeksi sekitar 9.000 hingga 10 ribu ibu hamil,” katanya.

Usman menambahkan, untuk memberikan kemudahan akses layanan HIV komprehensif berkesinambungan di Kota Mataram telah tersedia 11 puskesmas yang siap melayani masyarakat di enam kecamatan.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Mataram dr Margaretha Chepas sebelumnya menyarankan agar semua ibu hamil perlu dites HIV untuk menghindari bayi lahir dengan HIV.

“Apabila dari hasil tes tersebut menyatakan ibu positif HIV, maka ibu hamil harus rutin minum obat ARV atau anti retroviral agar bayi bisa lahir sehat, normal dan tanpa HIV,” katanya.

Dari pengalaman yang sudah dilakukan, katanya, dengan rutin meminum ARV sesuai ketentuan, beberapa kasus orang dengan HIV/AIDS (ODHA), bisa melahirkan bayi tanpa HIV bahkan hingga dua kali melahirkan.

“Oleh karena itu, kami berharap agar setiap ibu hamil bisa dilakukan tes HIV untuk mengantisipasi sekaligus menghindari anak lahir dengan HIV,” katanya.

Apalagi, katanya, kasus HIV/AIDS di kalangan ibu rumah tangga terus mengalami peningkatan dimana saat ini terdapat 57 kasus HIV/AIDS terjadi pada ibu rumah tangga.

Sebanyak 57 kasus itu terbagi menjadi dua yakni 29 orang ibu rumah tangga dengan HIV dan 28 orang positif AIDS.

Jumlah ibu rumah tangga yang terkena HIV/AIDS ini lebih tinggi dibangingkan dengan penjaja seks dengan jumlah kasus hanya 18 orang.

“Dari 18 orang positif HIV/AIDS itu, 5 orang HIV dan 13 orang AIDS. Jadi bisa dibayangkan bagaimana posisi ibu rumah tangga yang rentan terhadap HIV/AIDS,” pungkasnya. (Ant/SU03)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Cak Imin: Tahun 2018 Akan Banyak Terjadi Kejutan Politik

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pemberitaan mengenai pertarungan Pilpres 2019 diprediksi akan mendominasi pemberitaan di tahun 2018. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),...

BKAD Verifikasi Ulang Data Mahasiswa Penerima Beasiswa

KUPANG, SERUJI.CO.ID - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Kupang, Nusa Teggara Timur (NTT) akan melakukan verifikasi ulang data para mahasiswa penerima...

Berdayakan Ummat, Bank Muamalat Gandeng Baznas

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - ‎PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan jaringan usaha mikro ritel Z-Mart di Stabat Ibu Kota...

KANAL WARGA TERBARU

tanda tanya

Tak Perlu Dijawab

Bukanlah hal mudah untuk memiliki sikap empati. Apalagi mau melangkahkan kaki menjadi simpati dan beraksi untuk membantu sesama. Ketika kita dalam perjalanan, dalam mobil mewah...
KH Luthfi Bashori

Sejak Dulu, Kaum Yahudi dan Nasrani Berusaha Mempengaruhi Umat Islam

Sy. Ibnu Abbas RA memaparkan bahwa Nu’man bin Qushay, Bahr bin Umar, Syasy bin ‘Adi suatu hari mendatangi Rasulullah SAW dan berbincang-bincang. Lalu beliau...
IMG-20170528-WA0002

Rasulullah saw Tidak Berpoligami

Poligami adalah ajaran islam. Seorang laki-laki boleh memiliki 4 orang istri dalam waktu yang sama. Kalau salah satu istri meninggal, atau diceraikan, si laki-laki...