Terpapar Penyakit Menular, Ratusan Kantong Darah Dimusnahkan

0
47
PMI
Kantong darah PMI yang terpapar penyakit menular. (ilustrasi)

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Pontianak menyatakan ratusan kantong darah per bulannya harus dimusnahkan karena terpapar penyakit menular.

“Dampak dari dimusnahkannya ratusan kantong darah tersebut, sedikitnya PMI mengeluarkan biaya sekitar Rp 12,8 juta per bulannya,” kata Ketua PMI Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Selasa (10/10).

Ia menjelaskan, dalam kurun waktu satu bulan, paling tidak PMI Kota Pontianak memusnahkan sebanyak 110 kantong darah yang terpapar penyakit menular atau senilai Rp 12,8 juta.

“Ke depannya kami akan mencoba untuk menekan biaya itu, dengan cara memberitahukan kepada pendonor yang darahnya terpapar penyakit menular itu agar tidak mendonor dengan cara memberitahukan kepada mereka dengan cara yang baik-baik,” ungkapnya.

Saat ini, kebutuhan darah yang ditangani pihak PMI Kota Pontianak sebanyak 2.973 kantong per bulan. Namun baru 70 persen diantaranya yang bisa dipenuhi.

“Berdasarkan laporan semester I Unit Transfusi Darah (UTD) 2017, dalam sehari, rata-rata dibutuhkan 99 kantong darah, dari 18 rumah sakit atau klinik kesehatan yang ada di Pontianak,” katanya.

Pemenuhan itu pun didapat dari 17.809 pendonor darah sukarela dari total 25.309 orang pendonor, katanya.

“Untuk memaksimalkan darah, kita terus berupaya memenuhi standar pengecekan darah, kita akan terus sempurnakan, terkait kualitas darah yang menjadi kebutuhan pasien,” kata Edi Kamtono yang juga Wakil Wali Kota Pontianak tersebut.

Inovasi untuk meningkatkan standar keamanan produk darah telah dilakukan, salah satunya dengan menggunakan peralatan canggih untuk menskrining produk darah dari penyakit menular.

PMI juga meningkatkan sistem aplikasi Simdodar. Di mana dengan aplikasi ini, masyarakat bisa cek kondisi darah, selain itu, pihaknya juga akan mendata seluruh pendonor, baik tetap atau sukarela, sehingga ketika ada kebutuhan darah yang mendesak, bisa langsung dihubungi, kata Edi.

“Kerja sama dengan instansi lain untuk menggalang donor darah juga sangat membantu. Mudah-mudahan ke depan persediaan darah bisa terpenuhi,” harap Edi. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Pleno KPU Jatim

Ini Hasil Tes Kesehatan Dua Pasangan Calon Pilgub Jatim 2018

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menggelar rapat pleno terbuka terkait pemberitahuan hasil penelitian kesehatan kedua pasangan calon gubernur dan wakil...
Ando

Pemuda Ini Nekat Jual Tiga Teman SMA Secara Online

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Tindakan Ando Sidabutar (18) boleh dibilang nekat. Lelaki kemayu ini, menjajakan tiga temannya di media sosial Facebook miliknya. Namun, belum lagi...
Jutaan PCC di Sidoarjo

Pelaku Digaji Rp7-9 Juta/Bulan Untuk Jaga Gudang Jutaan PCC

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dari hasil penyelidikan pihak Satreskoba Polresta Sidoarjo, hingga kini baru satu pelaku yang diamankan dalam kasus penyitaan jutaan pil Paracetamol Caffeine...

Jiwa Gotong Royong yang Masih Tumbuh Subur

Tempo hari saya tercengang dengan megahnya sebuah masjid di desa Raji,  Demak, Jawa Tengah. Rupanya masjid yang belum selesai di bangun itu sudah menelan...

kebebasan berpikir

Kebebasan dalam Berpikir Hakikat bebas adalah merdeka dari segala hal yang mengikat. Berbicara tentang bebas, kita dapat belajar dari pengalaman komika kenamaan yaitu Ge Pamungkas...
_99517609_gepamungkas_joshuasuherman

Indonesia Darurat Keadilan

Indonesia Darurat Keadilan Salah satu penyebab gagalnya beberapa negara di Afrika di antaranya dalam masalah ketimpangan keadilan, sebut saja di Ethiopia, Zimbabwe dan negara-negara yang...