SERUJI.CO.ID – Menjelang sore, di kolam renang yang terletak di lantai tiga sebuah hotel dekat pantai Legian, Bali, saya melihat cukup banyak wisatawan asing yang sedang berenang di sana. Dari kolam ini, suasana “sunset” yang cantik di pantai itu memang bisa dinikmati. Barangkali ini yang menyebabkan kolam renang ini ramai pengunjungnya waktu sore.
Mereka tidak hanya berenang, tetapi juga menunggu datangnya waktu “sunset”.
Kemudian, tidak berapa lama setelah saya juga ikut menyeburkan diri ke dalam kolam itu, dan berenang bolak-balik dari suatu tepi ke tepi yang lain, saya lihat seorang turis asing, wanita, kelihatannya sudah cukup tua, seperti orang kesakitan berjalan pelan-pelan ke tepi kolam. Tanpa ragu, setelah sampai di tepi kolam nenek itu langsung melompat dan berenang. Barangkali sekitar 15-20 menit kemudian, ketika para pengunjung lain mulai menikmati sunset yang semakin indah, nenek itu berhenti, berdiri di tepi kolam sambil menikmatinya pula.
Nah, waktu itulah saya mendekatinya dan berbincang dengan nenek yang ternyata sangat ramah ini. Menurut ceritanya, beliau berasal dari Australia, dalam satu tahun bisa 2-3 kali ke Bali. Berenang di pantai atau di kolam renang hotel adalah kebiasaan yang selalu dia lakukan.
“Saya dianjurkan oleh dokter yang merawat saya untuk berolahraga karena saya menderita diabetes melitus, dan hipertensi. Tetapi sayangnya, tidak seperti teman-teman saya yang bisa berjalan, jogging, di tepi pantai, saya tidak bisa mengikuti mereka. Saya hanya bisa berenang karena ada masalah pada lutut, lutut saya terasa nyeri waktu dibawa berjalan, apalagi kalau berjalan cukup jauh. Untungnya, waktu berenang lutut ini tidak terasa sakit, dan setelah saya berenang, semakin lama keluhan nyeri lutut juga berkurang, berat badan juga turun. Saya dulu jauh lebih gemuk dari sekarang, gula darah dan tekanan darahnya juga mulai terkontrol,” begitu tutur nenek itu.
Seperti olahraga aerobik lain, renang juga berlimpah manfaat kesehatan yang sama. Bahkan dalam beberapa aspek bisa lebih baik. Sebagaimana yang diungkapkan nenek wisatawan di atas, kalau dia berjalan atau jogging, lututnya sakit sekali, badan terasa berat, dan karenanya cepat lelah. Tapi, bila berenang tidak terasa sama sekali.

