Ungkapan sedang tidak mood menjadi sering didengar di kalangan kita. Sedang tidak mood sering kali disangkut pautkan dengan keadaan suasana hati dan mood yang sedang berantakan. Saat seseorang sedang bad mood ia akan menghindar dari lingkungan sekitarnya. Namun, apakah benar cara tersebut akan membuat keadaan lebih baik?

Sebenarnya mood adalah keadaan emosional yang bersifat sementara, baik positif ataupun negative. Itulah mengapa seseorang yang moodnya berubah-ubah disebut dengan istilah moody. Sebenarnya, tanpa disadari, mood dapat  dipengaruhi oleh orang yang ada di sekitar kita. Studi menemukan bahwa setiap orang memiliki kecenderungan secara tidak sadar untuk meniru ekspresi emosional orang lain. Seperti mimik wajah, seperti senyuman ataupun lainnya.

Banyak yang mengatakan seiring bertambahnya usia seseorang maka intensitas bad moodnya semakin sering terjadi. Ternyata ungkapan itu juga tidak tepat. Usia tidak membuat mood memburuk ataupun sebaliknya, bisa saja mood orang tersebut dipengaruhi oleh hal lain dan bukan Karena faktor bertambahnya usia.

Beberapa studi sudah juga  menemukan fakta bahwa mood seseorang bisa dipengaruhi oleh cuaca. Sinar matahari memiliki peran penting untuk menciptakan mood baik. Orang yang jarang terkena paparan sinar matahari bisa lebih sering mengalami bad mood. Begitu pula dengan kebiasaan mendengarkan music. Mendengarkan lagu yang menyenangkan dan yang anda sukai dianggap dapat membuat mood membaik. Namun apabila mendengarkan musik yang galau dan sedih justru dapat membuat mood semakin memburuk.

Bagaimana jika mood yang buruk sudah terjadi pada anda? Satu studi mengatakan, saat bad mood cobalah satu cara yang tak terduga ini, yaitu berinteraksi dengan orang asing. Studi menemukan bahwa interaksi dengan orang lain “memaksa” anda untuk terlihat bahagia dan hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas mood anda.

Begitu pula dengan berolahraga. Olahraga dapat meningkatkan hormon dopamine dan serotonin yang berperan dalam meningkatkan perasaan bahagia dan anti depresan. Selain itu, olahraga juga akan memicu otak anda menciptakan sel baru di otak dan dapat meningkatkan aliran darah ke otak. Jika anda termasuk perokok, maka segeralah berhenti merokok.

Dari sebuah studi dari Universitas Brown menemukan bahwa berhenti merokok dapat memperbaiki mood. Berhenti merokok dapat membuat seseorang lebih bahagia, terlebih saat ia benar-benar berhasil berhenti merokok. Pada faktanya, dark chocolate dapat menstimulasi otak untuk produksi hormone endorphin dan serotonin, hormon yang berperan penting dalam meningkatkan perasaan bahagia dan anti depresan.

Di Islam sendiri, kita mengenal tombo ati atau obat hati ketika sedang mengalami bad mood atau kegalauan. Beberapa diantaranya adalah membaca Alquran, Shalat Malam, berpuasa, Zikir, Silaturahim. Nah, sekarang tinggal bagaimana anda mengamalkannya. (ami)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama