Stasiun Kereta Bawah Tanah St. Petersburg Kembali Dibuka

0
77
Rangkain kereta bawah tanah St Petersburg yang mengalami serangan bom. (foto: AFP)

SAINT PETERSBURG – Stasiun kereta bawah tanah St. Petersburg yang sempat ditutup karena adanya serangan bom, mulai hari ini, Selasa (4/4) waktu setempat, sebagian sudah mulai beroperasi kembali. Namun untuk Stasiun Sennaya Ploschad dan Technologichesky Institute hingga saat ini masih ditutup, mengutip berbagai laporan media internasional.

“Komite Penyelidik Rusia (IC) terus menyelidiki kasus ledakan yang terjadi di St. Petersburg Metro, sebuah jalur kereta api bawah tanah, di kota Saint Petersburg, Rusia, pada hari Senin 3 April lalu (waktu setempat),” bunyi pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh IC.

Ledakan terjadi sekitar pukul 14.40 waktu setempat akibat bahan peledak yang diletakan didalam sebuah tas di gerbong kereta yang melayani jalur antara stasiun Technological Institute dan stasiun Sennaya Ploshchad di kota Saint Petersburg, Rusia.

“Meskipun kenyataannya bahwa kasus diselidiki berdasarkan Pasal 205 Hukum Pidana Rusia (Undang Undang Teroris – red), namun para penyelidik juga akan menyelidiki potensi kasus kecelakaan lain,” kata juru bicara IC Svetlana Petrenko, sebagaimana dilansir kantor berita Xinhua.

Menurut pernyataan tersebut, satu kelompok penyelidik yang berpengalaman dan ahli pidana dari kantor pusat Komite Penyelidik dikirim ke Saint Petersburg.

Kantor Jaksa di Saint Petersburg juga telah memulai penyelidikan ledakan itu. Jaksa Penuntut Kota tersebut, Sergei Litvinenko, sudah tiba di lokasi untuk mengkoordinasikan tindakan lembaga pelaksana hukum, kata satu pernyataan dari Kantor Jaksa Penuntut Umum Rusia.

“Kami akan melakukan apa saja yang bisa kami kerjakan untuk menjelaskan semua hal yang memberi sumbangan buat komisi mengenai peraturan tentang teroris, sehingga ini tidak terjadi lagi pada masa depan,” kata Wakil Kantor Jaksa Penuntut Umum Alexander Kurennoy, sebagaimana dikutip dari kantor berita TASS.

Pada pagi hari yang sama, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan lembaga pelaksana hukum Rusia sedang bekerja untuk menentukan kondisi seputar ledakan itu, dan semua kemungkinan dipertimbangkan, termasuk terorisme.

EDITOR: Iwan S

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU