Dua Tewas Dalam Serangan Yang Diduga Dilakukan Teroris di London

LONDON – Dua orang dilaporkan tewas dan belasan lainnya luka-luka dalam sebuah insiden yang diduga dilakukan oleh teroris di dekat gedung Perlemen Inggris di London, Rabu (22/3) siang waktu London, sebagaimana yang dilansir Reuters.

Kejadian bermula saat sebuah mobil menabrak trotoar di dekat gedung parlemen Inggris dan kemudian seseorang menikam seorang petugas kepolisian. Orang yang menikam polisi tersebut telah ditembak mati setelah berusaha lari ke halaman di Gedung Parlemen Inggris.

Kejadian serupa disaat bersamaan juga terjadi di dekat Jembatan Westminster, dimana menurut saksi mata di lokasi kejadian, sebuah mobil telah menabrak seorang pejalan kaki. 

Dari laporan Fotografer Reuters dilokasi kejadian, terdapat belasan orang yang luka-luka di dekat jembatan Westminster. Beberapa terlihat tergelatak ditanah dan ada yang mengalami luka berat dengan pendarahan dan seorang korban berada dibawah bus.

Pihak kepolisian London telah mengeluarkan pernyataan bahwa kejadian tersebut dianggap sebagai serangan teroris.

“Petugas -termasuk petugas bersenjata- tetap di tempat kejadian dan kita memperlakukan ini sebagai insiden teroris sampai kita tahu sebaliknya,” kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Polisi mengakui terdapat beberapa korban dalam kejadian ini termasuk dari anggota kepolisian, namun jumlah dan kondisi korban belum dapat dipastikan.

EDITOR: Harun S

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Simbolik dan Islam Substantif: Problema Nilai Islamisitas dalam Politik Indonesia

Bagi saya, Habib Rizieq Shihab masih kurang radikal karena ia tidak memiliki ide original tentang negara nomokrasi Islam, yang menurut Thahir Azhary (1995) sebagai negara ideal atau negara siyasah diniyah dalam konsepsi Ibnu Khaldun (1849). Pengetahuannya tentang Kartosoewirjo yang pernah mendirikan Negara Islam Indonesia di Jawa Barat tahun 1949 juga sangat minim sehingga jika dipetakan, ia hanyalah tokoh pinggiran dalam proses revolusi Islam yang kini sedang berproses di Indonesia.

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER