Ditengah Penderitaan Pengungsi Rohingya, PKPU Distribusikan 1668 Paket Makanan

0
24
Pengungsi Rohingya saat berkumpul bersama menikmati makanan

MYANMAR, SERUJI.CO.ID – Lembaga kemanusiaan PKPU Human Initiative sebagai bagian dari Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) sepanjang bulan Ramadhan ini telah mendistribusikan bantuan berupa 1668 paket makanan kepada lebih dari 8000 penerima manfaat khususnya para pengungsi Rohingya yang masih tersisa di Myanmar.

Paket makanan yang diberikan berupa kebutuhan pokok seperti beras 25 kg, susu, mie kering, gula, kacang-kacangan, bawang, cabai dengan jumlah total barang yang diberikan dalam satu paket sebanyak 9 buah. Diharapkan paket ini bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka sepanjang bulan Ramadhan.

Selain paket makanan, PKPU Human Initiative juga mendistribusikan 1000 paket berbuka puasa dan 387 paket pakaian baru untuk keluarga muslim Rohingya yang saat ini masih tinggal camp-camp pengungsian di kota Sittwe dan Kyauktaw, Provinsi Rakhine Myanmar.

Sepanjang akhir tahun 2017 lalu, sekitar 700.000 muslim Rohingya yang tinggal di bagian utara Provinsi Rakhine harus mengungsi ke Bangladesh akibat operasi militer yang diluncurkan oleh pemerintah Myanmar.

Ratusan ribu pengungsi tersebut saat ini tinggal di camp-camp pengungsian di sepanjang perbatasan antara Bangladesh dan Myanmar. Saat ini masih ada sekitar 800.000 pengungsi Rohingya yang tinggal di dalam Myanmar, baik di desa-desa maupun di camp pengungsian. Kondisi mereka memprihatinkan di tengah-tengah kebijakan pembatasan bergerak dan diskriminasi yang diterapkan oleh pemerintah Myanmar.

Bantuan PKPU yaitu 1668 paket makanan kepada lebih dari 8000 pengungsi Rohingnya di Myanmar

Salah satu pengungsi, Zurah Hatu, ibu dengan 6 anak yang sudah tinggal selama 6 tahun di camp pengungsian mengungkapkan kondisi sulit yang dia alami akibat terbatasnya akses pekerjaan, makanan dan pendidikan.

“Selama ini kami hanya berharap bantuan dari lembaga donor, karena selama di camp tidak ada yang bisa kami lakukan. Anak-anak kami bersekolah namun kami tidak tahu masa depan mereka akan bagaimana, kadang-kadang jika bantuan tidak ada, kami hanya makan seadanya,” jelasnya.

Zurah tinggal di rumah panjang untuk pengungsi yang dihuni oleh 8 keluarga, dimana masing-masing keluarga hanya menempati ruangan seluas 9 m2 .

PBB menyatakan bahwa etnis Rohingya merupakan etnis yang paling menderita di seluruh dunia, dimana isu kewarganegaraan, HAM dan kebebasan untuk bergerak masih menjadi perhatian dunia Internasional. (Su02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Mini Bus Tabrak Warung, 1 Tewas di Tempat

LANGKAT, SERUJI.CO.ID -  Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan lintas Sumatera dari Aceh menuju Medan, Sumatera Utara, mobil mini bus berpenumpang menabrak bengkel dan warung...

Tim Gabungan Kembali Temukan Jenazah Penumpang KM Sinar Bangun

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Tim gabungan kembali menemukan tiga jenazah penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara. Kepala Badan Penanggulangan Bencana...
Mochamad Iriawan

Komjen Iriawan Minta KPU Jamin Hak Pemilih

BANDUNG, SERUJI.CO.ID -  Penjabat Gubernur Jawa Barat Komjen M Iriawan meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat dan KPU kabupaten/kota menjamin hak pemilih...

Tingkat Kecelakaan Arus Mudik di Jabar Turun

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan tingkat kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran 2018 di Jawa Barat mengalami penurunan...
Mochamad Iriawan

Jadi Pj Gubernur Jabar, Komjen Iriawan: Saya Akan Netral

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Komisaris Jenderal (Komjen) Pol M Iriawan meminta masyarakat tidak perlu ragu terkait penunjukan dirinya sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat oleh Presiden...