Inilah Dugaan Korupsi Kebijakan Impor Pangan Yang Dilaporkan Rizal Ramli ke KPK

0
31
  • 14
    Shares
Dr. Rizal Ramli

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim Rizal Ramli mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (23/10) sekitar pukul 09.00 WIB. Didampingi sejumlah pengacara, Rizal melaporkan dugaan skandal korupsi dalam kebijakan impor pangan yang dilakukan pemerintah.

Usai melaporkan ke KPK, Rizal enggan menyebutkan siapa dan dari instansi mana yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi tersebut.

“Itu nanti tugas KPK untuk menelusuri, dari kementerian mana, nanti tugas KPK. Kita sudah sampaikan,” kata Rizal kepada awak media di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/10).

Loading...

Diungkapkan Rizal, bahwa dugaan korupsi yang pihaknya temukan berasal dari jumlah impor yang dilebih-lebihkan dari yang seharusnya.

Ia mencontohkan impor gula yang dilebihkan sebesar 1,2 juta ton. Sementara impor garam dilebihkan sebesar 1,5 juta ton dan beras sebesar 1 juta ton.

“Akibatnya negara dirugikan sekitar Rp24 triliun,” ungkap Rizal.

Baca juga: Datangi KPK, Rizal Ramli Laporkan Dugaan Skandal Korupsi Kebijakan Impor Pangan

Kepada KPK, Rizal Ramli menyerahkan berbagai dokumen yang berisi bukti-bukti dugaan korupsi kebihakan impo pangan tersebut. Diantara dokumen tersebut adalah laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengawasan Tata Niaga Impor Tahun 2015 hingga Semester I Tahun 2017.

Rizal berharap KPK menindaklanjuti laporan tersebut dengan megusut tuntas kasus yang ia anggap telah merugikan konsumen dan petani Indonesia.

“Impor pangan ini sangat merugikan bangsa kita terutama petani, konsumen dan ada dugaan tindak pidana korupsi. Oleh karena kami memberikan bahan-bahan untuk KPK melakukan tindakan lebih lanjut,” ujarnya.

Rizal juga mengapresiasi sambutan KPK atas kedatangan pihaknya yang melaporkan dugaan korupsi tersebut.

“Kami gembira Ibu Basaria dan pimpinan KPK betul-betul terima kasih atas laporan ini. Dan mereka mengatakan memang sudah ingin mengetahui secara lebih detail dan mudah-mudahan sehabis ini ada tindakan-tindakan yang lebih efektif,” tukasnya. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU