Nadine Chandrawinata: Wakatobi Perlu Banyak Sentuhan Investor

Apa kata Putri Indonesia 2005, Nadine Chandrawinata tentang keindahan alam Wakatobi? Simak penuturan dan harapannya.

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Produser film nasional yang juga model, Nadine Chandrawinata menilai Wakatobi sangat menarik sebagai lokasi wisata science. Tetapi sebagai lokasi wisata umum yang harus menyedot banyak pengunjung, Wakatobi perlu banyak sentuhan investor.

Ditemui SERUJI di Bandara Halu Oleo, Kendari, Selasa (1/1) Putri Indonesia 2005 yang memproduseri film The Mirror Never Lies (2011) yang mengambil lokasi syuting di Wakatobi ini, mengaku baru datang dari Wakatobi.

Sentuhan investor diperlukan, kata Nadine, untuk membantu pemerintah daerah membiayai proyek-proyek strategis, diantaranya hotel, resto siap saji, penyewaan motor darat dan laut, juga toko toko suvenir yang semuanya butuh modal tidak sedikit.

 

“Saya menghabiskan tiga hari di Wakatobi hanya untuk survei peluang usaha di sana. Ternyata banyak yang bisa dilakukan investor di Wakatobi, seperti mendirikan hotel atau homestay dan resto siap saji,” ujar Nadine yang juga dikenal jago menyelam dan pernah menyandang gelar duta wisata ini.

Ia menambahkan investor yang berminat membuka usaha di kawasan wisata Wakatobi harus bangga, karena akan dibantu Pemda, terutama menyangkut perizinan yang cepat, lokasi untuk usaha uang strategis dan penyediaan tenaga kerja siap pakai.

Bupati Wakatobi, Arhawi, saat dikonfirmasi SERUJI melalui telepon Selasa (1/1) membenarkan bahwa Pemda akan membantu kelancaran investor yang akan buka usaha di Wakatobi.

Menurut Bupati, Wakatobi sudah ditetapkan pemerintah pusat menjadi salah satu “Bali Baru” di tanah air. Itu sebabnya banyak proyek nasional yang tengah djbangun di kawasan wisata di Wakatobi.

Namun Bupati juga mengundang kalangan pengusaha membangun fasilitas kepariwisataan di Wanci, Kaledupa, Tomia dan Binongko.

Sampai akhir 2018, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Wakatobi mencapai 27 ribu orang yang sebagian besar ilmuwan dari berbagai negara. (AH/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERPOPULER

TERBARU

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

5 Gili Paling Indah di Lombok Selain Gili Trawangan

Lombok enggak melulu soal Gili Trawangan karena ada gili-gili lainnya yang enggak kalah menarik untuk dikunjungi.

Suka Gunakan Panggilan Mesra ke Teman Kerja? Waspada, Bisa Jadi Awal Perselingkuhan

Awalnya hanya memanggil 'cin', 'beb', 'say,.... lama-lama terjadi perselingkuhan kering seperti curhat. Akhirnya......

Mao Tse-Tung Dikubur oleh Generasi Ali Baba (Berakhirnya Komunisme di Cina?)

Data di tahun 2019 memberikan petunjuk. Komunisme Cina sebagaimana yang dulu kita kenal segera berakhir. Berangsur Cina beralih menjadi negara kapitalisme dengan karakteristik yang berbeda. Ialah kapitalisme negara. Atau Kapitalisme minus demokrasi.

Pedagang Buku Itu Menjadi Manusia Terkaya dalam Sejarah Modern

Data di tahun 2018 menunjuk itu. Dari 807 milyar dollar penjualan buku di AS, sebanyak 42 persen membeli dari Amazon. Ribuan toko buku lain, online dan offline kebagian hanya 58 persen. Bahkan untuk pembelian e-book, dari 560 milyar dollar, 89 persen berasal dari Amazon.

Resmi Bercerai, Janda Pendiri Amazon Jadi Triliuner dengan Gono-Gini Senilai Rp540 Triliun

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - MacKenzie Besoz masuk dalam jajaran orang super kaya di dunia dengan kekayaan triliunan rupiah, setelah perceraiannya dengan pendiri Amazon, Jeff Besoz...