
Dengan mengambil tema “Kebudayaan”, peserta diberikan kebebasan untuk berekspresi dalam berbagai bentuk penampilan yang nantinya akan dinilai oleh juri.
Beberapa kategori yang dilombakan antara lain, takbir, kreatifitas, maskot, instrumen, akhlaq, dan juga display.
“Ada 21 piala yang diperebutkan, dengan 6 kategori penilaian, dan akan diambil 3 juara umum,” lanjut Anang.
Anang menambahkan, selain untuk syiar agama, dirinya berharap dengan Jogja Takbir Festival 2017 dapat menunjukkan image Islam yang tidak arogan, dapat selaras dengan budaya, dan juga menghargai kebhinnekaan.
Jika biasanya maskot atau lampion utama dalam takbir keliling ialah replika masjid atau sesuatu yang bertemakan islami. Hal tersebut tidak berlaku bagi Jogja Takbir Festival 2017 kali ini.
Beragam tampilan disajikan oleh peserta, mulai dari kereta kencana berbahan stereofoam, replika kuda dan tokoh wayang, dan juga beraneka ragam Bregada prajurit Keraton Yogyakarta turut tampil.
