Bulan puasa sudah dekat. Selain mental dan spiritual disiapkan, anda juga harus tahu bagaimana kiatnya agar puasa anda bisa berjalan lancar tanpa takut mengalami dehidrasi.

Dalam keadaan normal, volume cairan yang hilang dari tubuh setiap hari antara 1.000-4.500 ml. Entah itu melalui keringat, BAB, buang air kecil, dan insensible water loss (kehilangan cairan yang tidak terasa, misalnya sewaktu tidur). Karena sedang menjalankan puasa, Anda harus menunggu untuk bisa menggantikan cairan yang hilang sampai saatnya berbuka.

Bagi beberapa orang, hal ini membuat mereka rentan terhadap serangan dehidrasi. Ditandai dengan munculnya rasa letih-lesu, tidak nyaman, konsentrasi berkurang, sakit kepala, haus, mual, bahkan jatuh pingsan!

Loading...

Sebagai upaya pencegahan, Anda harus menyetarakan volume cairan yang masuk dan yang keluar dari tubuh. Caranya, dengan membagi asupan kebutuhan di antara waktu berbuka dan sahur. Meski begitu, minum sewajarnya saja, karena minum terlalu banyak justru bisa menyebabkan distensi (penggelembungan) lambung yang menimbulkan rasa mual dan muntah. Apalagi di saat puasa, lambung lebih sensitif.

Kurangi aktivitas outdoor yang membuat Anda rentan kehilangan banyak cairan. Bagi Anda yang pekerjaannya banyak di luar ruangan, lindungi kepala dari paparan sinar matahari. Mengenakan pakaian berwarna cerah dan ringan bisa membantu ‘menolak’ sinar matahari dan menghindari keringat berlebih. Biasakan untuk berganti pakaian dan menyeka keringat agar tidak menumpuk di permukaan kulit. Keringat yang menutup pori dapat mengganggu transfer panas tubuh serta memunculkan berbagai gangguan, seperti kulit kering atau bibir pecah-pecah.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama