
Cuaca ekstrim di tanah suci kerap menjadi salah satu ujian saat menunaikan ibadah haji. Kondisi inilah yang bisa memicu kesehatan kulit menjadi kering, kusam bahkan bersisik. Seperti yang dijelaskan oleh dr Wind Faidati, Sp.KK. bahwa gangguan pada kulit kerap kali menjadi menjadi keluhan para jamah. Menurut dr Wind, kulit merupakan pertahanan terluar dari tubuh kita, ketika terjadi perubahan suhu ekstrem, maka kulit akan melakukan perlindungan.
Salah satu bentuknya adalah kulit menjadi lebih tebal dan terasa kasar. Bahkan akan diimbangi dengan rasa gatal, sehingga akan mengganggu para jamaah. “Suhu udara yang tinggi, ditambah dengan kelembapan udara yang rendah akan mempengaruhi kelembapan kulit,” jelasnya.
Kondisi ini tentu memicu terjadinya dehidrasi pada kulit. Karena itu, Wind menyarankan agar para calon jamaah haji asal Indonesia melakukan tindakan prefentif atau pencegahan. Dr. Wind memberikan saran agar terhindar dari dehidrasi kulit adalah dengan rajin memakai pelembab pada kulit, pilih yang non perfume dan mengandung SPV tinggi. “Akan lebih maksimal jika setelah berwudu atau mandi, langsunng dioleskan pelembab, selalu diulang setiap selesai kulit terkena air.
Pelembab ini tidak hanya diperuntukkan untuk kulit wajah saja, tetapi juga untuk seluruh kulit tubuh, misalnya tangan, kaki, tumit bahkan kulit badan. Selain itu, pastikan selalu, anda membawa pelindung kulit saat beraktivitas di luar ruangan. Seperti kacamata, payung atau menggunakan masker. “Khusus saat ihram lebih baik dihindari untuk menjaga keafdolan ibadah,” jelasnya.
Hal lain yang patut diwaspadai adalah kelembapan area bibir, bila perlu ulaskan secara berkala lip balm. Sehingga kelembapan bibir anda tetap terjaga. Pilih lip balm non color dan non parfum untuk menjaga keafdolan ibadah.
Saat berada di pelataan masjidil haram maupun masjid nabawi, dr Wind menyarankan agar jamaah calon haji tetap menggunakan alas kaki. Khusus untuk jamaah wanita usahakan menggunakan kaus kaki untuk melindungi kulit kkai dari panas dan debu. “Terkadang lupa menggunakan sandal atau kaus kaki, padahal cuaca sedang ektrem, tau-tau kulit kaki sudah pecah-pecah,” jelasnya. (Ami)
