
Kreativitasnya dalam membuat pigura lukisan sangat terasa. Ada pigura yang dihiasi oleh aneka bentuk dan warna sabun balok masa itu. Tak semua merek sabun di sana saya ingat. Ada pigura dengan kombinasi botol kecil. Ada pula pigura seperti pintu yang perlu kita buka untuk melihat lukisannya.
Pigura itu menambah aura wanita telanjang yang menjadi tema utama lukisan. Khusus pigura yang seperti pintu, ketika dibuka, wow, di dalamnya lukisan pose wanita telanjang yang lebih privat.
Dalam sejarah seni lukisan, patung atau photography, manusia telanjang itu sudah menjadi bagian dari tradisi seni. Ia tak bisa dihilangkan oleh doktrin agama ataupun aturan hukum. Seni seolah wilayah imajinasi manusia yang tak bisa dikrangkeng oleh formalisme agama atau formalitas hukum.
Namun memang ada perbedaan. Walau sama obyeknya soal manusia telanjang, tapi ada seni yang lebih terasa sisi spiritualitas. Ada pula seni yang lebih menonjol sisi estetis, erotis bahkan sampai ke pornografi.
Di satu area museum, ada lukisan Michael Jackson. Ujar pemandu, lukisan itu dibuat bapak (Antonio Blanco) ketika berjumpa Michael Jackson. Bapak jumpa Michael Jackson ketika kulitnya masih hitam dan juga ketika kulitnya sudah putih.
Di akhir cerita ia memberikan quiz. Ini pertanyaannya: apa warna penis Michael Jackson akhirnya: hitam atau putih? Saya terkaget mendengar pertanyaannya. Susah pula saya memastikannya. Michael Jackson pernah berkulit hitam dan putih. Tak ada berita apa warna kulit penisnya ikut berubah.
Lalu saya tersenyum. Saya menyadari ini sebagai bumbu sebuah museum belaka. Saya melihat sang pemandu menanyakan hal yang sama kepada banyak pengunjung lain. Saya berani bertaruh bahkan mungkin Antonio Blanco sendiri tak tahu jawabannya.
Keluar dari museum Antonio Blanco, kembali saya teringat Sistine Chapel. Manusia telanjang di museum Antonio Blanco memberikan saya keindahan estetika. Tapi manusia telanjang lukisan Michael Angelo di Sistine Chapel memberikan saya renungan spiritual
Begitulah ragam imajinasi yang bisa diberikan oleh keindahan seni.*
Maret 2018
